tari saman

Description: Description: Description: Description: E:\OVI\logo unej.png

TARI SAMAN
Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pendidikan Seni



Oleh:
Kelompok 4
Kelas C
1.         Istifar Musarafah                    (130210204030)
2.         Alfi Laili Ni’mah                    (130210204039)
3.         Anas Tahiyah                          (130210204045)
4.         Febrinda Widya S. W. K        (130210204080)
5.         Ni’matul Hadian Azizah         (130210204122)
6.         Intan Nur Halidayanti             (130210204123)







\
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
JURUSAN ILMU PENDIDIKAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2016


TARI SAMAN

A.    Pengertian Tari Saman
Tari Saman merupakan sebuah tarian Suku Gayo yang biasa ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat. Syair dalam tarian Saman mempergunakan Bahasa Gayo. Selain itu biasanya tarian ini juga ditampilkan untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Tari Saman ditetapkan UNESCO sebagai Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia dalam Sidang ke-6 Komite Antar-Pemerintah untuk Pelindungan Warisan Budaya Tak benda UNESCO di Bali, 24 November 2011.
Tari saman memang sangat menarik. Pertunjukkan tari Saman tidak hanya populer di negeri kita sendiri, namun juga populer di mancanegara seperti di Australia dan Eropa. Baru-baru ini tari saman di pertunjukkan di Australia untuk memperingati bencana besar tsunami pada 26 Desember 2006 silam. Maka dari itu, kita harus bangga dengan kesenian yang kita miliki, dan melestarikannya agar tidak punah.

B.     Sejarah Tari Saman
Description: Description: http://nanang14045.student.umm.ac.id/2010/01/21/files/2010/01/tari-saman.jpgTari Saman berasal dari dataran tinggi tanah Gayo. Di ciptakan oleh seorang Ulama Aceh bernama Syekh Saman. Pada mulanya tarian ini hanya merupakan permainan rakyat biasa yang disebut Pok Ane. Melihat minat yang besar masyarakat Aceh pada kesenian ini maka oleh Syekh disisipilah dengan syair-syair yang berisi Puji-pujian kepada Allah SWT. Sehingga Saman menjadi media dakwah saat itu. Dahulu latihan Saman dilakukan di bawah kolong Meunasah (sejenis surau, saat itu bangunan aceh masih bangunan panggung). Sehingga mereka tidak akan ketinggalan untuk shalat berjamaah. Sejalan kondisi Aceh dalam peperangan maka syekh menambahkan syair-syair yang manambah semangat juang rakyat Aceh.
Seiring perkembangan zaman, tari Saman pun ikut berkembang hingga penggunaannya menjadi semakin sering dilakukan. Kini, tari Saman dapat digolongkan sebagai tari hiburan/pertunjukan, karena penampilan tari tidak terikat dengan waktu, peristiwa atau upacara tertentu. Tari Saman dapat ditampilkan pada setiap kesempatan yang bersifat keramaian dan kegembiraan, seperti pesta ulang tahun, pesta pernikahan, atau perayaan-perayaan lainnya. Untuk tempatnya, tari Saman biasa dilakukan di rumah, lapangan, dan ada juga yang menggunakan panggung.
Tari Saman biasanya ditampilkan dipandu oleh seorang pemimpin yang lazimnya disebut Syekh. Penari Saman dan Syekh harus bisa bekerja sama dengan baik agar tercipta yang bersifat keramaian dan kegembiraan, seperti pesta ulang tahun, pesta pernikahan, atau perayaan-perayaan lainnya. Untuk tempatnya, tari Saman biasa dilakukan di rumah, lapangan, dan ada juga yang menggunakan panggung.
Gerakannya beragam antara lain: gerak guncang, kirep, lingang, surang-saring, dan gerak lengek. Keunikan tari Saman adalah gerakan tangannya yang dinamis, perubahan posisi duduk pada penari, dan goyangan badan uang dihentakkan kekiri atau kanan ketika syair lagu dinyanyikan. Tari Saman tidak menggunakan musik hanya syair yang dinyanyikan serta suara tepukan tangan, dada, dan paha.

C.    Ciri-ciri Tari Saman
Ciri khas tari Saman ini terletak pada kekompakan gerakannya yang sangat menakjubkan. Para penari Saman dapat bergerak serentak mengikuti irama musik yang harmonis. Gerakan-gerakan teratur itu seolah digerakkan satu tubuh, terus menari dengan kompak, mengikuti dendang lagu yang dinamis. Sungguh menarik, bukan? Tak salah jika tari Saman banyak memikat hati para penikmat seni tari. Bukan hanya dari Indonesia, tapi juga dari mancanegara.


D.    Makna dan Fungsi Tari Saman
Tari Saman merupakan salah satu media untuk pencapaian pesan (dakwah). Tarian ini mencerminkan pendidikan, keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan dan kebersamaan.
Sebelum Saman dimulai yaitu sebagai mukaddimah atau pembukaan, tampil seorang tua cerdik pandai atau pemuka adat untuk mewakili masyarakat setempat (keketar) atau nasihat-nasihat yang berguna kepada para pemain dan penonton. Syair-syair yang di lantunkan dalam tari Saman juga berisi petuah-petuah dan dakwah. Namun dewasa ini, fungsi tarian Saman menjadi bergeser. Tarian ini jadi lebih sering berfungsi sebagai media hiburan pada pesta-pesta, hajatan, dan acara-acara lain.
Lagu dan syair pengungkapannya secara bersama dan berkesinambungan, pemainnya terdiri dari pria-pria yang masih muda-muda dengan memakai pakaian adat. Penyajian tarian tersebut dapat juga dipentaskan, dipertandingkan antara grup tamu dengan grup sepangkalan (dua grup). Penilaian dititik beratkan pada kemampuan masing-masing grup dalam mengikuti gerak, tari dan lagu (syair) yang disajikan oleh pihak lawan.

E.     Unsur-unsur Tari Saman
1.      Paduan Suara
Tari Saman biasanya ditampilkan tidak menggunakan iringan alat musik, akan tetapi menggunakan suara dari para penari dan tepuk tangan mereka yang biasanya dikombinasikan dengan memukul dada dan pangkal paha mereka sebagai sinkronisasi dan menghempaskan badan ke berbagai arah. Tarian ini dipandu oleh seorang pemimpin yang lazimnya disebut syekh. Karena keseragaman formasi dan ketepatan waktu adalah suatu keharusan dalam menampilkan tarian ini, maka para penari dituntut untuk memiliki konsentrasi yang tinggi dan latihan yang serius agar dapat tampil dengan sempurna. Tarian ini khususnya ditarikan oleh para pria.
Pada zaman dahulu, tarian ini pertunjukkan dalam acara adat tertentu, di antaranya dalam upacara memperingati hari Maulid Nabi Muhammad. Selain itu, khususnya dalam konteks masa kini, tarian ini dipertunjukkan pula pada acara-acara yang bersifat resmi, seperti kunjungan tamu-tamu antar kabupaten dan negara, atau dalam pembukaan sebuah festival dan acara lainnya.
2.      Nyanyian Tari Saman
Pada tari Saman, terdapat lima macam nyanyian:
1)      Rengum, yaitu sebagai pembukaan atau mukaddimah dari tari Saman (yaitu setelah dilakukan sebelumnya keketar pidato pembukaan). Rengum ini adalah tiruan bunyi. Begitu berakhir langsung disambung secara bersamaan dengan kalimat yang terdapat didalamnya, antara lain berupa pujian kepada seseorang yang diumpamakan, bisa kepada benda, atau kepada tumbuh-tumbuhan.
2)      Dering, yaitu rengum yang segera diikuti oleh semua penari.
3)      Redet, yaitu lagu singkat dengan suara pendek yang dinyanyikan oleh seorang penari pada bagian tengah tari.
4)      Syek, yaitu lagu yang dinyanyikan oleh seorang penari dengan suara panjang tinggi melengking, biasanya sebagai tanda perubahan gerak.
5)      Saur, yaitu lagu yang diulang bersama oleh seluruh penari setelah dinyanyikan oleh penari solo.
Contoh lirik nyanyian Tari Saman
*Gerakan I:
** Penari:
Salamualaikum, kami ucapkan
Para undangan, yang baro teuka
Karena saleum, Nabi kheun sunnah
Jaroe ta mumat, tanda mulia

Mulia wareh, ranup lampuan
Mulia rakan, mameh suara
Ranup kuneng on, kamo bareujang
Kamo bareujang, wahai cendana
* Gerakan II:
** Penari:
Kutiding lahang ding heeum (tepuk)
Kutiding lahang ding heeum lahembot
bot la tiding la hembot, bot la tiding
la hembot, bot la tiding la hembot, bot la tiding

Hay me puteh puteh, hay me puteh puteh
La bungong si bungong puteh
La bungong si bungong puteh
Hay lon lhat bak binteh, hay lon lhak bak binteh
Bak binteh keu ayeum mata
Bak binteh keu ayeum mata

* Gerakan III:
** Penari:
Haay jalla
Tun mille la mille, jalla tun hey jalla
Tun mille la mille jalla tun
Lem burak menari lam ateuh
Runggunong lahombak, cabeung bungong hain aneuk aneuk leun kuak

3.      Gerakan Tari Saman
Tarian Saman menggunakan dua unsur gerak yang menjadi unsur dasar dalam tarian Saman: Tepuk tangan dan tepuk dada. Diduga, ketika menyebarkan agama Islam, syeikh Saman mempelajari tarian melayu kuno, kemudian menghadirkan kembali lewat gerak yang disertai dengan syair-syair dakwah Islam demi memudahkan dakwahnya. Dalam konteks kekinian, tarian ritual yang bersifat religius ini masih digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah melalui pertunjukan-pertunjukan.
Tarian Saman termasuk salah satu tarian yang cukup unik, karena hanya menampilkan gerak tepuk tangan dan gerakan-gerakan lainnya, seperti gerak guncang, kirep, lingang, surang-saring (semua gerak ini adalah bahasa Gayo). Selain itu, ada 2 baris orang yang menyanyi sambil bertepuk tangan dan semua penari Tari Saman harus menari dengan harmonis. Dalam Tari Saman biasanya, temponya makin lama akan makin cepat supaya tari Saman  menarik.

4.      Penari Tari Saman
Pada umumnya, tari Saman dimainkan oleh belasan atau puluhan laki-laki. tetapi jumlahnya harus ganjil. Namun, dalam perkembangan selanjutnya, tarian ini juga dimainkan oleh kaum perempuan. Pendapat Lain mengatakan tarian ini ditarikan kurang dari 10 orang, dengan rincian 8 penari dan 2 orang sebagai pemberi aba-aba sambil bernyanyi. Namun, perkembangan di era modern menghendaki bahwa suatu tarian itu akan semakin semarak apabila ditarikan oleh penari dengan jumlah yang lebih banyak. Di sinilah peran Syeikh, ia harus mengatur gerakan dan menyanyikan syair-syair tari Saman.

5.      Kostum Tari Saman
Kostum atau busana khusus Saman terbagi dari tiga bagian yaitu :
1)      Pada kepala: bulung teleng atau tengkuluk dasar kain hitam empat persegi. Dua segi disulam dengan benang seperti baju, sunting kepies.
2)      Pada badan: baju pokok/ baju kerawang (baju dasar warna hitam, disulam benang putih, hijau dan merah, bahagian pinggang disulam dengan kedawek dan kekait, baju bertangan pendek) celana dan kain sarung.
3)      Pada tangan: topeng gelang, sapu tangan. Begitu pula halnya dalam penggunaan warna, menurut tradisi mengandung nilai-nilai tertentu, karena melalui warna menunjukkan identitas para pemakainya. Warna-warna tersebut mencerminkan kekompakan, kebijaksanaan, keperkasaan, keberanian dan keharmonisan.

6.      Pola atau Formasi Tari Saman
Pada tanggal 24 November 2011, tari Saman masuk ke dalam Daftar Representatif Budaya tak benda warisan manusia dalam sidang ke 6 komite Antar Pemerintahan untuk perlindungan warisan budaya tak benda UNESCO di Bali. Tari Saman sudah ditampilkan di berbagai Negara.
Berikut adalah pola lantai atau formasi yang digunakan dalam Tari Saman:
1.      Pada formasi berikut, dengan jumlah penari 25 orang, 13 orang berada di depan dan 12 orang penari berada di belakang dengan posisi selang seling menghadap ke depan. Pada formasi ini gerakan penari yaitu berawal dari berdiri pada saat baru memasuki panggung. 
Description: Description: D:\CAMPUS\UNEJ\TUGAS KULIAH\semester 6\PEND. SENI\index.png




2.      Dari formasi pertama, kemudian penari yang dibelakang maju ke posisi depan dan mensejajarkan posisi menghadap ke depan. Pada formasi inilah penari mulai bergerak dari lamban ke gerakan yang dinamis dan energik. Hanya tangan kekuatan utama tarian ini, gerakan telapak tangan dan jemari serta tepukan tangan dapat membuat penonton tercengang saat menyaksikannya.
Description: Description: D:\CAMPUS\UNEJ\TUGAS KULIAH\semester 6\PEND. SENI\2.png





3.      Dari formasi kedua, 12 penari memisahkan diri ke posisi belakang. Lantaran dalam pertunjukkan Tari Saman yang ditarikan di China kali ini menggunkan dua warna kostum yang berbeda, warna merah dan warna hijau, jadi pada formasi ini, 12 penari yang menggunakan kostum berwarna hijau berada di belakang menghadap serong kanan sedangkan yang berkostum merah berada di depan dengan menghadap serong kiri. Pada formasi ini, penari melakukan tepuukan pada pangkal paha dan menggerakkan kepala mereka dari atas ke bawah diisi dengan gerakkan-gerakkan lainnya.
Description: Description: D:\CAMPUS\UNEJ\TUGAS KULIAH\semester 6\PEND. SENI\3.png





4.      Ke 4, formasi berubah kembali seperti formasi yang ke 2. Pada bagian ini penari menunjukkan suatu gerakan yang sungguh menakjubkan.
Description: Description: D:\CAMPUS\UNEJ\TUGAS KULIAH\semester 6\PEND. SENI\2.png




5.      Description: Description: D:\CAMPUS\UNEJ\TUGAS KULIAH\semester 6\PEND. SENI\3.pngFormasi ini sama dengan formasi ke 3, hanya saja yang menggunakan kostum hijau berada di depan sedangkan yang menggunakan kostum merah berada di belakang.






6.      Posisi yang sama dengan posisi nomor 2 kembali. Pada bagian pemain menunjukkan gerakan tangan yang saling bertaut antara penari yang satu dengan penari yang lain dengan gerakkan yang menakjubkan.
Description: Description: D:\CAMPUS\UNEJ\TUGAS KULIAH\semester 6\PEND. SENI\2.png




7.      Formasi yang ke 7 ini berbeda sekali dari formasi-formasi sebelumnya, bisa dibilang ini adalah for masi yang cukup rumit dalam Tari Saman, lantaran penari hanya bisa berpindah posisi disaat sedang duduk dengan menggunakan enjutan tubuh. Pada bagian ini, gerakkan yang ditampilkan sangat dinamis.
Description: Description: D:\CAMPUS\UNEJ\TUGAS KULIAH\semester 6\PEND. SENI\7.png




8.      Ini merupakan formasi terakhir dalam Tari Saman, sama seperti formasi di nomor 2 dan sebagainya. Pada bagian ini gerakkan sedikit lembut dan dinamis ada. Ada gerakkan tangan antar pemain yang membuat penonton tercengang dan bertanya-tanya bagaimana gerakkan itu bisa dilakukan.
Description: Description: D:\CAMPUS\UNEJ\TUGAS KULIAH\semester 6\PEND. SENI\2.png


DAFTAR PUSTAKA




0 komentar:

Posting Komentar

Recent comments

Recent Posts

Pages