contoh proposal penelitian



 





PROPOSAL PENELITIAN

Pengaruh Perhatian Orang Tua Dan Motivasi Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar IPS Siswa Kelas III SD Se Kecamatan Bangorejo Tahun Ajaran 2014/2015



Disusun guna memenuhi tugas Mata Kuliah Kapita Penelitian Pendidikan SD
Kelas B






Oleh :
Ni’matul Hadian Azizah
(130210204122)



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
JURUSAN ILMU PENDIDIKAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2015
FORMAT/SISTEMATIKA USULAN PENELITIAN
UNTUK TUGAS AKHIR
METODE PENELITIAN PENDIDIKAN
 






















                                                                                    Jember, 15 Desember 2015
Pelaksana Penelitian



Ni’matul Hadian Azizah
(130210204122)
A.    Judul Penelitian :
PENGARUH PERHATIAN ORANG TUA DAN MOTIVASI BELAJAR
SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS III SD SEKECAMATAN BANGOREJO TAHUN AJARAN 2014/2015.
B.     Bidang Ilmu
Pembelajaran IPS siswa kelas III SD negeri se kecamatan Bangorejo tahun ajaran 2014/2015.
C.    Latar Belakang Masalah
Pendidikan di Indonesia adalah suatu pendidikan yang memiliki tujuan yang tertulis dalam Undang-Undang No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyatakan bahwa tujuan Pendidikan Nasional adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Pendidikan merupakan sebuah investasi jangka panjang  yang diharapkan  sebagai bekal yang melekat pada peserta didik ketika mereka  “kembali” dalam kehidupan masyarakat.
Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang mempunyai tugas untuk menghantarkan peserta didik untuk mengembangkan segala potensi yang dimilikinya. Secara lebih spesifik Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 menjelaskan bahwa salah satu jenjang pendidikan di Indonesia yakni Sekolah Dasar (disingkat SD). Sekolah Dasar adalah jenjang paling dasar pada pendidikan  formal di Indonesia. Sekolah Dasar ditempuh dalam waktu 6 tahun. mulai dari kelas 1 sampai kelas VI. Tujuan Pendidikan Dasar yakni memberi bekal kemampuan dasar kepada siswa untuk mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga negara dan anggota umat manusia serta mempersiapkan siswa untuk mengikuti pendidikan menengah.
Salah satu tingkatan atau kelas yang ada di Sekolah Dasar adalah kelas III secara umum siswa kelas III Sekolah Dasar (SD) berada pada usia 8-9 tahun. Menurut Elizabeth B. Hurlock (1994 : 146 ), pada usia ini individu berada pada fase akhir anak-anak (late childhood) fase anak-anak berlangsung antara usia 6-12 tahun. Pada usia ini anak akan dihadapkan pada berbagai tugas perkembangan.
Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan salah satu mata pelajaran yang dapat memberikan wawasan yang luas bagi siswa dan memberikan pengertian tentang kehidupan sosial baik dalam negeri maupun  luar negeri. Salah satu unsur yang terlibat dalam proses belajar mengajar khususnya pendidik yang mengajar Ilmu Sosial, sehingga perencana dan pelaksana pengajaran harus mampu menciptakan iklim belajar mengajar yang aktif, inovatif dan kreatif. Sebab ruang lingkup materi pengajaran Ilmu Pengetahuan Sosial sangat luas, sehingga banyak siswa mengalami kesulitan belajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial.
Proses belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor-faktor diantaranya adalah lingkungan sosial. Lingkungan sosial yang lebih banyak mempengaruhi kegiatan belajar siswa adalah orang tua.
Orang tua adalah komponen yang terdiri dari ayah dan ibu. Dan merupakan hasil dari sebuah ikatan perkawinan yang sah yang dapat membentuk sebuah keluarga. Orang tua memiliki tanggung jawab untuk mendidik, mengasuh dan membimbing anak-anaknya untuk mencapai tertentu yang menghantarkan anak untuk siap dalam kehidupan bermasyarakat (Sudirman, 1991 : 11). Perhatian orang tua dalam aktivitas belajar anak sangat diperlukan dalam perkembangan pribadi anak. Maka orang tua sangat berperan memberikan pengarahan tuntunan kepada anak sehingga anak tidak segan-segan untuk belajar dengan baik dan teratur. Menurut Kartini Kartono (1990: 111) bentuk perhatian orang tua terhadap anak dapat berupa pemberian bimbingan, pengawasan terhadap belajar. Pemberian motivasi dan penghargaan serta pemenuhan kebutuhan belajar.
Pemberian bimbingan adalah bantuan yang diberikan orang tua kepada anaknya untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya. Memberikan bimbingan kepada anak merupakan kewajiban orang tua. Bimbingan belajar terhadap anak berarti pemberian bantuan kepada anak dalam membuat pilihan-pilihan secara bijiksana dan dalam penyesuaian diri terhadap tuntutan-tuntutan hidup, agar anak lebih terarah dalam belajarnya dan bertanggung jawab dalam menilai kemampuannya sendiri dan menggunakan pengetahuan mereka secara efektif bagi dirinya. Anak sangat memerlukan bimbingan dari orang tua. Terlebih lagi dalam masalah belajar. Untuk itu orang tua perlu memberikan bimbingan kepada anak selama ia belajar. Dengan pemberian bimbingan ini anak akan merasa semakin termotivasi, dan dapat menghindarkan kesalahan dan memperbaikinya.
Pemberian motivasi dan penghargaan. Sebagai pendidik yang utama dan pertama, orang tua hendaknya mampu memberikan motivasi dan dorongan. Sebab tugas memotivasi belajar bukan hanya tanggung jawab guru semata, tetapi orang tua juga berkewajiban memotivasi anak agar lebih giat belajar. Jika anak tersebut memiliki prestasi yang bagus hendaknya orang tua menasehati kepada anaknya untuk meningkatkan aktivitas belajarnya. Dan untuk mendorong semangat belajar anak hendaknya orang tua mampu memberikan semacam penghargaan berupa hadiah atau pujian untuk menambah minat belajar bagi anak itu sendiri. Namun jika prestasi belajar anak jelek maka tanggung jawab orang tua adalah memberikan motivasi atau dorongan kepada anak untuk lebih giat dalam belajar. Penghargaan adalah sesuatu yang diberikan orang tua kepada anaknya karena adanya keberhasilan anak dalam belajar sehingga meraih prestasi. Hal ini sangat berguna bagi anak karena dengan penghargaan anak akan timbul rasa bangga, mampu atau percaya diri dan berbuat yang lebih maksimal lagi untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi.Yang harus diperhatikan orang tua adalah memberikan pujian dan penghargaan pada kemampuan atau prestasi yang diperoleh anak.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis bermaksud mengadakan
penelitian tentang “Pengaruh Perhatian Orang Tua dan Motivasi Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar IPS Siswa Kelas III SD 4Sukorejo Tahun Ajaran 2014/2015”.
D.    Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dijelaskan da atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
1.      Apakah ada pengaruh perhatian orang tua terhadap prestasi belajar IPS siswa kelas III SD Se kecamatan Bangorejo Tahun Ajaran 2014/2015?
2.      Apakah ada pengaruh Motivasi belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS siswa kelas III SD se Kecamatan Bangorejo Tahun Ajaran 2014/2015?
3.      Apakah ada pengaruh perhatian orang tua dan motivasi belajar IPS secara bersama-sama terhadap prestasi belajar IPS siswa kelas III SD se Kecamatan Bangorejo Tahun Ajaran 2014/2015?
E.     Tinjauan Pustaka
1.    Hasil Belajar IPS Kelas III SD
a.      Karakteristik Siswa Kelas III SD
Secara umum siswa kelas III Sekolah Dasar (SD) berada pada usia 8-9 tahun. Menurut Elizabeth B. Hurlock (1994: 146), pada usia ini individu berada pada fase akhir anak-anak (late childhood) yang berlangsung antara usia 6-12 tahun.
Tugas perkembangan pada fase akhir anak-anak meliputi kegiatan belajar dan mengembangkan hal-hal sebagai berikut : (1) belajar keterampilan fisik, yang diperlukan untuk bermain, seperti lompat jauh, lompat tinggi, mengejar, menghindari kejaran, dan sebagainya; (2) membina sikap yang sehat (positif) terhadap dirinya sendiri sebagai seorang individu yang sedang berkembang, seperti kesadaran tentang harga diri (self-esteem) dan kemampuan diri (self-efficacy); (3) belajar bergaul dengan teman-teman sebaya sesuai dengan etika moral yang berlaku di masyarakatnya; (4) belajar memainkan peran jenis kelamin; (5) mengembangkan konsep-konsep yang diperlukan kehidupan sehari-hari: (6) mengembangkan kata hati, moral, dan skala nilai yang selaras dengan keyakinan dan kebudayaan yang berlaku di masyarakatnya: (7) mengembangkan sikap objektif baik positif maupun negatif terhadap kelompok dan lembaga kemasyarakatan: (8) belajar mencapai kebebasan pribadi sehingga menjadi dirinya sendiri yang mandiri dan bertanggug jawab ( Havigghurst dalam Elizabeth B. Hurlock, 1994: 10: Muhibbin Syah, 2002: 51).
Elizabeth B. Hurlock (1994:n162), merangkum penjelasan tugas perkembangan pada fase akhir anak-anak dari berbagai ahli, yang meliputi:
1)      Perkembangan fisik
Pertumbuhan fisik pada akhir anak-anak mengikuti pola yang dapat diramalkan meskipun sejumlah perbedaan dapat terjadi. Bentuk tubuh mempengaruhi tinggi dan berat dalam akhir anak-anak. Anak yang memiliki tubuh ektomorfik, yang tubuhnya panjang dan langsing, dapat diharapkan tidak seberat anak mesomorfik yang mempunyai tubuh lebih berat, ( Tanner dalam Elizabeth B. Hurlock). Kesehatan dan gizi yang baik merupakan faktor penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Semakin baik kesehatan dan gizi, anak cenderung semakin besar dari usia ke usia dibandingkan dengan anak yang kesehatan dan gizinya buruk ( Whiting, Landauer, dan Jones dalam Elizabeth B. Hurlock, 1994: 148).
2)      Perkembangan Emosi
Pada fase anak-anak, emosi akan mulai meninggi artinya anak mulai mengalami periode ketidakseimbangan, yaitu saat dimana anak menjadi sulit dihadapi. Meningginya emosi pada akhir anak-anak dapat disebabkan karena keadaan fisik atau lingkungan. Apabila anak sakit atau lelah, maka anak akan cenderung cepat marah, rewel, dan umumnya sulit dihadapi. Kedaan lingkungan juga dapat menyebabkan meningginya emosi pada anak. Misalnya anak yang mulai masuk sekolah, anak yang dihadapkan pada kematian salah satu keluarganya, dan anak yang orangtuanya bercerai, dapat menyebabkan meningginya pada anak.
3)      Perkembangan sosial
Akhir anak-anak sering disebut sebagai “usia kelompok” karena ditandai dengan adanya minat terhadap aktivitas teman-teman dan meningkatnya keinginan yang kuat untuk diterima sebagai anggota suatu kelompok, dan merasa tidak puas apa bila tidak bersama teman-temanya. Dua atau tiga teman tidaklah cukup bagi anak. Anak inginbersama dengan kelompoknya. Sejak anak masuk sekolah sampai masa puber, keinginan untuk kelompok menjadi semakin kuat. Hal ini berlaku baik untuk anak laki-laki maupun anak perempuan.
4)      Perkembangan kognitif
Pada saat  masuk  sekolah, dunia dan minat anak-anak bertambah luas. Meluasnya minat akan menyebabkan bertambah kemampuan anak dalam ranah kognitif, terutama dalam konsep pengertian. Menurut Piaget (dalam Elizabeth B. Hurlck, 1994: 162) pada masa ini anak akan memasuki tahap operasional konkret dalam berpikir, yaitu suatu masa dimana konsep yang samar-samar dan tidak jelas sekarang menjadi konkret dan tertentu. Anak menghubungkan arti baru dengan konsep lama berdasarkan apa yang dipelajari arti baru untuk konsep. Pengalaman  sendiri juga memberikan makna bagi konsepnya (Campbell dalam Elizabeth B. Harlock. 1994, 1994: 162)
5)      Perkembangan moral
Konsep moral anak-anak yang memasuki masa akhir tidak lagi sesempit dan sekhusus sebelumnya. Menurut Piaget (dalam Elizabeth B. Hurlock, 1994:163) konsep anak mengenai keadilan sudah berubah. Pengertian yang kaku dan keras tentang benar dan salah, yang dipelajari dari orang tua, menjadi berubah dan anak mulai memperhitungkan keadaan-keadaan khusus disekitar pelanggaran moral. .
b.      IPS
Para pendidik menyadari bahwa pengetahuan mengenai hubungan antara individu dan indivudu dengan benda untuk keperluan hidup, individu dengan lembaga dan individu dengan lingkungan tempat tinggalnya perlu dikembangkan dan dimiliki oleh anak didik.
Mengingat manusia dalam konteks sosialnya sedemikian luas akan sulit kiranya untuk memberi definisi dari ilmu pengetahuan social, karena IPS merupakan perwujudan dari suatu pendekatan inter disipliner (interdisciplinaryapproach) dari pelajaran ilmu-ilmu sosial lainnya. Dibawah ini dikemukakanbeberapa definisi IPS dari departemen P&K, yaitu :
a.      Menurut Michaelis (1957) dalam bukunya Social studies forchildren in a democracy mengemukakan studi socialdihubungkan dengan manusia dan interaksinya dengan lingkungan, fisik dan sosial yang menyangkut hubungan manusia.
b.      Menurut Nasution (1975) IPS adalah : suatu program pendidikan yang merupakan suatu keseluruhan yang pada pokoknya mempersoalkan manusia dalam fisiknya maupun dalam lingkungan sosialnya yang bahannya diambil dari berbagai ilmu sosial seperti Geografi, sejarah, ekonomi, antropologi, dan tata Negara.Dalam GBPP (1994) dijelaskan bahwa IPS adalah mata pelajaran yang mempelajari kehidupan sosial yang didasarkan pada bahan kajian ekonomi, geografi, sosiologi, antropologi, tata Negara dan sejarah.
Dari berbagai definisi yang dikemukakan diatas sebetulnya tidaklah berbeda satu sama lain, dimana terdapat unsur manusia baik sebagai individu maupun kelompok dan interaksinya dengan lingkungan fisik dan sosialnya, hanya mungkin penekanannya akan terjadi dari ilmu sosial yang diajarkannya karena IPS bersifat inter disipliner yang diajarkan di sekolah.
     Auguste Comte dalam Djono (2000: 4) berpendapat bahwa ilmu pengetahuan mempunyai urut–urutan tertentu berdasarkan logika dan bahwa setiap penelitian dilakukan melalui tahap–tahap tertentu untuk kemudian mencapai tahap akhir yaitu tahap ilmiah.
     Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memberi banyak kemungkinan pengayaan bagi siswa. IPS lebih dari subyek lainnya, memberi siswa kesempatan untuk menangani masalah dunia nyata, masalah yang berakar di masa lalu, dapat ditetapkan langsung pada masa kini, dan mengandung implikasi untuk masa depan (Utami Munandar, 1992: 155). Lebih lanjut beliau mengungkapkan masalah pada IPS adalah bahwa materinya cepat berubah dan banyak pengetahuan baru yang perlu dipelajari baik oleh siswa maupun oleh guru.
     Jadi ilmu pengetahuan sosial adalah suatu ilmu yang mempelajari tindakan–tindakan manusia yang berlangsung dalam proses kehidupan untuk berperilaku seperti apa yang mereka lakukan.
Dari uraian yang telah disampaikan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa prestasi belajar IPS adalah suatu hasil belajar mengajar yang dinyatakan dalam bentuk yang mencerminkan hasil yang dicapai oleh anak khususnya pada bidang studi IPS dalam periode tertentu.
c.       Belajar
     Masalah belajar merupakan masalah yang dihadapi setiap manusia sepanjang hidup. Karena hampir semua kepandaian, kecakapan, ketrampilan, pengetahuan, kegemaran, kebiasaan, dan sikap semua itu terbuntuk dan berkembang oleh adanya kegiatan belajar. Oleh sebab itu balajar merupakan tindakan yang kompleks sebagai tindakan, maka belajar hanya dialami oleh siswa (anak didik) itu sendiri.
     Siswa adalah penentu terjadinya atau tidak terjadinya proses belajar. Proses belajar terjadi berkat siswa memepelajari sesuatu yang ada dilingkungan sekitar. Lingkungan yang dipelajari siswa berupa keadaan alam, benda-benda, hewan, tumbuh-tumbuhan, manusia atau hal-hal yang dijadikan bahan belajar. Tindakan belajar tentang sesuatu hal tersebut tampak sebagai perilaku belajar yang tampak dari luar. Apakah yang menyebabkan belajar itu adalah hal-hal diluar oleh karena beberapa ahli mengemukakan pandangan yang berbeda tentang siswa juga sukar ditentukan belajar.       
     Winkel (1991: 36) mendefinisikan belajar sebagai “suatu aktivitas mental yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan dalam pengetahuan, pemahaman , keterampilan dan sikap”..Walker dalam (dalam Ahmadi 1990/; 119) mengartikan belajar sebagai “perubahan sebagai akibat dari adanya pengorbanan yang merupakan proses dimana tingkah laku idividu ditimbulkan atau diubah melalui latihan dan pengalaman”. Howard L. Kingsle mengemukan definisi belajar “Learning is the process by which behavior (in the broader sense) in originated or changed through practice or training”. Belajar adalah proses dimana tingkah laku (dalam arti luas) ditimbulkan atau diubah melalui praktek atau latihan.
     Belajar merupakan proses dari pada perkembangan hidup manusia. Dengan belajar, manusia melakukan perubahan kualitatif individu sehingga tingkah lakunya berkembang. Semua aktivitas dan prestasi hidup tidak lain adalah hasil dari belajar. Kita pun hidup menurut dan bekerja menurut apa yang telah kita pelajari. Belajar itu bukan sekedar pengalaman tetapi belajar adalah suatu proses, dan bukan suatu hasil. Oleh karena itu belajar berlangsung secara aktif dan integratif dengan menggunakan berbagai bentuk perbuatan untuk mencapai suatu tujuan.
d.      Tinjauan Tentang Prestasi Belajar IPS Kelas III SD
1)      Pengertian Prestasi Belajar
     Hasil yang diperoleh dari belajar sering disebut dengan prestasi belajar. Yang dinilai dari selama proses belajar mengajar siswa biasanya dilambangkan dengan angka. Prestasi belajar sendiri menurut para ahli salah satunya adalah Sutratinah Tirtonagoro (1985: 43) bahwa “Prestasi belajar adalah penilaian hasil usaha kegiatan belajar mengajar yang dinyatakan dalam bentuk simbol, angka, huruf, maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang dicapai oleh setiap anak dalam periode tertentu”.
     Sedangkan ahli lain mengungkapkan yang hampir sama dengan pendapat ahli sebelumnya adalah bahwa “prestasi belajar adalah suatu hasil maksimal yang diperoleh seseorang dalam usahanya dalam rangka mengaktualkan dan mempotensikan diri lewat belajar” (Dewa Ketut S. Sukardi, 1983: 30).
     Pendapat Sunaryo (1987: 14) beliau menerangkan bahwa yang dimaksud dengan “prestasi belajar sebagai suatu penambahan yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik”. Dan Munawir Yusuf (1984: 135) mengungkapkan prestasi belajar adalah output dari proses kegiatan belajar, hasil belajar dalam bidang pendidikan disekolah biasanya dinyatakan dalam lambang angka. Angka yang diperoleh dari kegiatan belajar inilah yang selanjutnya disebut hasil belajar atau prestasi belajar.
     Dengan demikian penulis simpulkan bahwa yang dimaksud dengan prestasi belajar adalah hasil pengukuran atau penilaian dari proses kegiatan belajar yang biasanya dinyatakan dalam bentuk symbol atau lambang angka yang mencerminkan hasil yang dicapai oleh setiap anak.
2)      Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
     Prestasi belajar siswa banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik yang berasal dari dalam diri siswa maupun yang berasal dari luar diri siswa. Agar siswa dapat mencapai prestasi belajar yang optimal sesuai yang dimaksud. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa menurut Sumadi Suryabrata (1981: 27) adalah sebagai berikut :
1.      Faktor dari luar diri siswa
Faktor yang ada diluar diri siswapun besar pengaruhnya terhadap proses dan hasil belajar siswa. Hal ini dimungkinkan karena kondisi yang ada berhubungan langsung dengan keadaan fisik dan non fisik siswa.
2.      Faktor lingkungan      
Lingkungan dapat berwujud lingkungan alami dan lingkungan sosial. Lingkungan alami seperti udara panas tentu saja berpengaruh terhadap proses belajar siswa, oleh karena itu prestasi belajar akan lebih baik jika keadaan udara dalam keadaan segar.
3.      Faktor instrumen
Faktor instrument adalah faktor yang keberadaannya dan penggunaannya sudah direncanakan sesuai dengan hasil belajar yang diharapkan seperti gedung, perlengkapan media belajar, dan alat-alat lain yang dapat dipergunakan dan dimanfaatkan. Faktor ini diharapkan dapat berfungsi sebagai mana yang diharapkan sehingga dapat membawa hasil belajar yang optimal.
4.      Faktor dari dalam diri siswa
Faktor dari dalam diri siswa ini sangat menentukan proses dan hasil belajar siswa, karena kegiatan belajar ini melibatkan seluruh organ tubuh siswa.
5.      Faktor fisiologis
Kondisi fisiologis pada umumnya yakni berupa kesehatan jasmani siswa sangat berpengaruh terhadap kegiatan belajar siswa. Misalnya siswa yang dalam keadaan jasmaninya sehat dan segar akan lain halnya jika dibandingkan dengan siswa yang dalam keadaan kesehatannya lemah dan sering mengantuk. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah keadaan panca indera siswa, terutama penglihatan dan pendengaran, apabila alat-alat tersebut terganggu, maka hasil belajar juga akan kurang baik.
6.      Faktor psikologis
Keadaan dan fungsi psikologis siswa juga sangat berpengaruh terhadap proses belajarnya. Faktor psikologis yang penting disini adalah berupa minat, kecerdasan, bakat, motivasi dan kemampuan kognitif.
Dari faktor-faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar tersebut, jelaslah faktor dari luar diri siswa yakni ketersediaan media pembelajaran siswa dan lingkungan yang dimanfaatkan sebagai sumber belajar kedudukannya sangat penting. Hal ini tidak terlepas dari kondisi psikologis maupun fisiologis siswa.
e.       Tinjauan Tentang Bidang Studi IPS
     Para pendidik menyadari bahwa pengetahuan mengenai hubungan antara individu dengan individu dan indivudu dengan benda untuk keperluan hidup, individu dengan lembaga dan individu dengan lingkungan tempat tinggalnya perlu dikembangkan dan dimiliki oleh anak didik.
     Mengingat manusia dalam konteks sosialnya sedemikian luas akan sulit kiranya untuk memberi definisi dari ilmu pengetahuan social, karena IPS merupakan perwujudan dari suatu pendekatan inter disipliner (interdisciplinaryapproach) dari pelajaran ilmu-ilmu sosial lainnya. Dibawah ini dikemukakanbeberapa definisi IPS dari departemen P&K, yaitu:
a.        Menurut Michaelis (1957) dalam bukunya Social studies forchildren in a democracy mengemukakan studi socialdihubungkan dengan manusia dan interaksinya dengan lingkungan, fisik dan sosial yang menyangkut hubungan manusia.
d.      Menurut Nasution (1975) IPS adalah : suatu program pendidikan yang merupakan suatu keseluruhan yang pada pokoknya mempersoalkan manusia dalam fisiknya maupun dalam lingkungan sosialnya yang bahannya diambil dari berbagai ilmu sosial seperti Geografi, sejarah, ekonomi, antropologi, dan tata Negara.
e.       Dalam GBPP (1994) dijelaskan bahwa IPS adalah mata pelajaran yang mempelajari kehidupan sosial yang didasarkan pada bahan kajian ekonomi, geografi, sosiologi, antropologi, tata Negara dan sejarah.
     Dari berbagai definisi yang dikemukakan diatas sebetulnya tidaklah berbeda satu sama lain, dimana terdapat unsur manusia baik sebagai individu maupun kelompok dan interaksinya dengan lingkungan fisik dan sosialnya, hanya mungkin penekanannya akan terjadi dari ilmu sosial yang diajarkannya karena IPS bersifat interdisipliner yang diajarkan di sekolah.
     Auguste Comte dalam Djono (2000: 4) berpendapat bahwa ilmu pengetahuan mempunyai urut–urutan tertentu berdasarkan logika dan bahwa setiap penelitian dilakukan melalui tahap–tahap tertentu untuk kemudian mencapai tahap akhir yaitu tahap ilmiah.
     Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memberi banyak kemungkinan pengayaan bagi siswa. IPS lebih dari subyek lainnya, memberi siswa kesempatan untuk menangani masalah dunia nyata, masalah yang berakar di masa lalu, dapat ditetapkan langsung pada masa kini, dan mengandung implikasi untuk masa depan (Utami Munandar, 1992: 155). Lebih lanjut beliau mengungkapkan masalah pada IPS adalah bahwa materinya cepat berubah dan banyak pengetahuan baru yang perlu dipelajari baik oleh siswa maupun oleh guru.
     Ilmu pendidikan sosial merupakan mata pelajaran yang memadukan konsep-konsep dasar berbagai ilmu sosial yang disusun melalui pendekatan pendidikan dan psikologis serta kelayakan dan kebermaknaannya bagi siswa dan kehidupannya. Ilmu–ilmu sosial (khususnya ilmu sejarah, geografi, ilmu ekonomi/koperasi, ilmu politik dan pemerintahan, sosiologi, antropologi dan, psikologi sosial) sangat berperan dalam mendukung mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dengan memberikan sumbangan berupa konsep-konsep ilmu yang diubah sebagai “pengetahuan” yang berkaitan dengan kehidupan sosial yang harus dipelajari siswa. (Faqih Samlawi, 200: 5).
     Jadi ilmu pengetahuan sosial adalah suatu ilmu yang mempelajari tindakan–tindakan manusia yang berlangsung dalam proses kehidupan untuk berperilaku seperti apa yang mereka lakukan.
     Dari uraian yang telah disampaikan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa prestasi belajar IPS adalah suatu hasil belajar mengajar yang dinyatakan dalam bentuk yang mencerminkan hasil yang dicapai oleh anak khususnya pada bidang studi IPS dalam periode tertentu.

2.      Perhatian Orang Tua
     Perhatian orang tua dalam aktivitas belajar anak sangat diperlukan dalam perrkembangan pribadi anak. Maka orang tua sangat berperan memberikan pengarahan dan tuntunan kepada anak sehingga anak tidak segan-segan untuk belajar dengan baik dan teratur. Perhatian merupakan banyak sedikitnya kesadaran seseorang pada kegiatan yang dilakukan. 
a.       Perhatian
           Bimo Walgito (2000: 98-99) menyatakan bahwa “perhatian adalah pemusatan atau kosentrasi dan seluruh aktivitas individu yang ditujukan pada sesuatu atau sekumpulan objek”. Kartini Kartono (1990: 65) menyatakan bahwa “perhatian itu merupakan reaksi umum dari organisme dan kesadaran jiwa yang diarahkan, yang menyebabkan bertambahnya aktivitas, daya kosentrasi, dan pembatasan kesadaran terhadap suatu objek”. Sumardi Suryabrata (2001: 14) berpendapat “perhatian adalah banyak sedikitnya kesadaran yang menyertai sesuatu aktivitas yang dilakukan dan pemusatan tenaga psikis tertuju kepada suatu objek”.
     Berdasarkan beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa perhatian adalah pemusatan atau kesadaran jiwa yang diarahkan kepada sesuatu objek terntentu yang memberikan rangsangan kepada individu, sehingga individu hanya memperdulikan objek yang merangsang itu.
b.      Orang tua
     Menurut Nasution (1989:1) yang dimaksud dengan orang tua adalah “orang yang bertanggung jawab dalam suatu keluarga atau rumah tangga, yang dalam penghidupan sehari-hari lazim disebut ibu bapak”.          Orang tua adalah komponen keluarga yang terdiri dari ayah dan ibu, dan merupakan hasil dari sebuah ikatan perkawinan yang sah yang dapat membentuk sebuah keluarga. Orang tua memiliki tanggung jawab untuk mendidik, mengasuh, dan membimbing anak-anaknya untuk mencapai tahapan tertentu yang menghantarkan anak untuk siap dalam kehidupan bermasyarakat (Sudirman, 1991: 11).
c.       Bentuk-bentuk perhatian orang tua
     Perhatian orang tua terhadap aktivitas belajar yang dilakukan anak sehari-hari dalam kapasitasnya sebagai pelajar dan penuntut ilmu, yang akan diproyeksikan kelak sebagai pemimpin masa depan.
     Sritono Sandro C.M (2005: 42) berpendapat bahwa perhatian orang tua dapat berupa memberikan nutrisi makanan dan minuman yang bergizi, memberikan uang saku dan SPP sekolah, membantu kesulitan belajar, memberikan nasehat untuk menghindari akan pelanggaran sekolah serta memperbolehkan adanya belajar kelompok dirumah. Menurut Kartini Kartono (1990: 111) bentuk perhatian orang tua dapat berupa bimbingan, pengawasan terhadap belajar, pemberian motivasi dan penghargaan serta pemenuhan kebutuhan belajar.
d.      Perhatian orang tua
     Perhatian orang tua dalam penenlitian ini didefinisikan sebagai kepedulian ayah dan ibu kandung secara sadar dalam upaya memperhatikan kebutuhan anaknya. Kaitannya dengan hasil belajar, perhatian orang tua yang tinggi berupa perhatian bimbingan, pengawasan terhadap belajar, pemberian motivasi dan pebghargaan serta pemenuhan kebutuhan belajar diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi anak dalam menjalani kehidupannya, terutama pada saat menjalani aktivitas belajarnya, sehingga hasil belajar anak akan meningkat.
3.      Motivasi Belajar IPS
     Istilah motivasi berasal dari kata motif yang dapat diartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri individu, yang menyebabakan individu tersebut bertindak atau berbuat. Motivasi merupakan dorongan yang terdapat dalam diri seseorang untuk berusaha mengadakan perubahan tingkah laku yang lebih baik dalam memenuhi kebutuhannya.
     W.S. Winkel, (1996: 15) berpendapat bahwa motivasi sebagai “konstruk hipotesis yang digunakan untuk menjelaskan keinginan, arah, intensitas, dan keajegan perilaku yang diarahkan oleh tujuan”. Dalam motivasi tercakup konsep-konsep, seperti kebutuhan untuk berprestasi, kebutuhan berafilisasi, kebiasaan, dan keinginan seseorang terhadap sesuatu.
     Maslow menyatakan motivasi merupakan konsep hipotesis untuk suatu kegiatan yang dipengaruhi oleh persepsi dan tingkah laku seseorang untuk mnegubah situasi yang tidak memuaskan atau tidak menyenangkan.Whosumidjo, (1992: 177) berpendapat bahwa motivasi merupakan “ dorongan dan kekuatan dalam diri seseorang untuk melakukan tertentu yang ingin dicapainya.
     Berdasarkan penjelasan tersebut maka penulis mendefinisikan motivasi belajar sebagai kekuatan seseorang dalam melakukan sesuatu. Apa bila dikaitkan dengan konteks belajar IPS maka penulis mendefinisikan motivasi belajar IPS sebagai kekuatan seseorang dalam proses belajar IPS. Kekuatan disini diartikan sebagai keteguhan, keteguhan, atau kegigihan seseorang dalam menjalankan usahanya mencapai tujuan dalam kegiatan belajar IPS.
     Banyak hal yang dapat dilakukan oleh seseorang dalam menunjang kegiatan belajar, dalam hal ini belajar IPS. Oleh karena itu, penulis mencoba membuat indikator kegiatan belajar berdasarkan tempat siswa yaitu di rumah dan di sekolah/kelas. Aspek-aspek kegiatan belajar dan indikator tersebut, sebagai berikut : (1) di rumah, seperti mempersiapkan perlengkapan belajar di rumah, membaca materi yang akan dipelajari di sekolah, mengulang materi pelajaran yang telah disampaikan di sekolah, serta mengerjakan pekerjaan rumah (PR) yang diberikan oleh guru; (2) di sekolah/kelas, seperti mempersiapkan perlengkapan belajar sebelum dimulai, memperhatikan penjelasan guru, bertanya jawab kepada guru, dan menjawab soal lisan maupun tulisan. Aspek-aspek dan indikator tersebut akan digunakan untuk melihat motivasi belajar IPS subjek penelitian.
Hipotesis
Hipotesis yang diajukan  dalam  penelitian ini sebagai berikut :
1.      Ada pengaruh perhatian orang tua terhadap prestasi belajar IPS siswa kelas III SD se Kecamatan Bangorejo Tahun Ajaran 2014/2015.
2.      Ada pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar IPS siswa kelas III SD se Kecamatan Bangorejo Tahun Ajaran 2014/2015.
3.      Ada pengaruh perhatian orang tua dan motivasi belajar secara bersama-sama terhadap preestasi belajar IPS siswa kelas III SD se Kecamatan Bangorejo Tahun Ajaran 2014/2015.
F.     Tujuan Penelitian
Dalam pelaksanaan penelitian ini, tujuan yang hendak dicapai yaitu :
1.      Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh perhatian orang tua terhadap prestasi belajar IPS.
2.      Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar IPS.
3.      Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh perhatian orang tua dan motivasi belajar secara bersama-sama terhadap hasil belajar IPS.
G.    Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah
1.      Manfaat teoritis
a.       Memberikan masukan mengenai perhatian orang tua dan motivasi belajar dalam dunia pendidikan.
b.      Dapat memperkaya wacana ilmu pengetahuan khususnya yang berkaitan tentang perhatian orang tua dan motivasi belajar yang berpengaruh dengan prestasi belajar IPS.
2.      Manfaat Praktis
a.       Bagi Universitas Jember
Mengembangkan ilmu pngetahuan untuk penelitian selanjutnya. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan sumbangan pengetahuan tentang pengaruh perhatian orang tua dan motivasi belajarsiswa terhadap prestasi belajar ips.
b.      Bagi sekolah yang diteliti
Dengan mengetahui pengaruh perhatian orang tua dan motivasi belajar ips terhadap prestasi belajar diharapkan dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam pertimbangan prestasi belajar di sekolah tersebut.
c.       Bagi Guru
Sebagai masukan dalam usaha peningkatan prestasi belajar. Dengan mengetahui pengaruh perhatian orang tua dan motivasi belajar, guru dapat memperhatikan hal tersebut guna menunjang prestasi belajar yang maksimal.
d.      Bagi Siswa
1)      Memberi pengetahuan bahwa intensitas belajar berpengaruh terhadap   prestasi belajarnya.
2)      Dengan mengetahui pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar diharapkan motivasi belajar siswa akan meningkat, sehingga meningkat pula prestasi belajarnya.
H.    Metode Penelitian
A.    Tempat dan Waktu Penelitian
1.      Tempat Penelitian
     Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Bangorejo wilayah Kabupaten Banyuwangi. Sekolah Dasar Negeri di kecamatan Bangorejo terdiri dari 35 sekolah.
2.      Waktu Penelitian
     Penelitian ini direncanakan selama empat bulan yaitu bulan Juli 2015 sampai dengan bulan Oktober 2015, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: (1) Persiapan penelitian. Kegiatan ini meliputi pengajuan judul, penyusunan proposal, persetujuan proposal, permohonan perijinan penelitian, membuat instrumen; (2) Pelaksanaan penelitian di lapangan. (3) Penyelesaiain penulis laporan penelitian.
B.     Populasi dan Sampel
1.      Populasi
     Populasi menurut Suharsimi Arikunto (1997: 11) “yaitu keseluruhan atau subyek yang diteliti. Sedangkan sampel adalah sebagian dari populasi yang diteliti”. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi penelitian adalah kelas III  SD se Kecamatan Bangorejo Tahun ajaran 2014/2015.
2.      Sampel
     “Sampel adalah sebagian waktu atau wakil populasi yang diteliti (Suharsini Arikunto, 2006: 104). Penentuan besarnya sampel peneliti mengacu pada tabel yang dibuat oleh Harri King untuk menentukan pada tabel sampel peneliti bagi populasi 35 diambil 10% yaitu 4 sekolah dasar. Pengambilan sampel menggunakan teknik multi stages random sampling dengan mempertimbangkan keterwakilan dari daerah-daerah gegrafis yang ada.
C.    Teknik Pengumpulan Data
     Teknik pengumpulan data yang digunakan  dalam penelitian adalah tes dan angket.
1.      Teknik Tes
          Nana Sujana (2007: 100) mengemukakan tes adalah “Alat ukur yang diberikan kepada individu untuk mendapatkan jawaban-jawaban yang diharapkan baik secara tertulis, atau secara lisan atau secara perbuatan.” Teknik tes  digunakan untuk mengukur hasil belajar IPS di SD Negeri sekecamatan Karangsambung. Metode penelitan yang digunakan dalam teknik tes adalah dengan memberikan skor 1 untuk jawaban benar dan 0 untuk jawaban salah. Alasan penggunaan metode ini karena alat ukur yang diberikan berupa tes kognitif.
2.      Angket/Kuesioner
  Menurut Suharsini Arikunto (2006: 151), “kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dalam responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui”. Responden merupakan orang yang mampu dan bersedia memberikan informasi sehingga data yang diperoleh dapat dipercaya sebagai data yang objektif. Angket sebagai alat pengumpul alat pengumpul data berisi daftar pertanyaan secara tertulis yang ditujukan kepada subjek atau responden  penelitian. Daftar pertanyaan yang disampaikan adalah untuk memperoleh informasi dari dirinya sendiri  yang berkaitan dengan objek penelitian. Teknik angket digunakan untuk mengumpulkan data tentang perhatian orang tua dan motivasi belajar IPS.
     Pertanyaan dalam angket bersifat tertutup  dan dibuat dengan kalimat positif. Format yang digunakan dalam pengisian angket ini terdiri dari empat pilihan jawaban dari pertanyaan yang ada. Nilai tengah dihilangkan untuk menghindari kecenderungan responden memilih  jawaban yang berada pada nilai tengah tersebut atau jawaban ragu-ragu. Setiap pertanyaan menyediakan empat kategori respon yaitu SS (Sangat Sesuai), S(Sesui), TS (Tidak Sesuai ), STS (Sangat tidak Sesuai). Setiap kategori diberi bobot sebagai berikut, nilai 4 untuk jawaban SS, nilai 3 untuk jawaban S, nilai 2 untuk jawaban TS, dan nilai 1 untuk jawaban STS.
3.      Instrumen Pengumpulan Data
     Langkah-langkah yang ditempuh peneliti untuk mengembangkan instrumen penelitian diantaranya adalah
1.      Mengadakan identifikasi terhadap variabel-variabel yang ada dalam  rumusan
2.      judul penelitian.
3.      Memberikan definisi operasional
4.      Membuat kisi-kisi dan butir-butir perrtanyaan.
5.      Melakukan uji coba instrumen.
     Secara lebih terinci langkah-langkah  tersebut adalah sebagai berikut :
a.       Identifikasi terhadap variabel yang ada.
     Variabel dalam penelitian ini adalah :
a)      Variabel bebas (X) terdiri dari perhatian orang tua (X1 ) dan motivasi belajar IPS (X2).
b)      Variabel tergantung (Y) adalah prestasi belajar IPS.
1.      Membuat definisi operasional.
a.       Perhatian orang tua (X1) didefinisikan sebagai kepedulian ayah dan ibu kandung secara sadar dalam upaya memperhatikan kebutuhan anaknya yang dilihat dari pemberian bimbingan, pengawasan terhadap belajar, pemberian motivasi dan penghargaan, pemenuhan kebutuhan belajar.
b.      Motivasi Belajar IPS (X2) didefinisikan sebagai kekuatan seseorang dalam proses belajar IPS baik di rumah maupun di sekolah yang dilihat dari: mempersiapkan perlengkapan belajar di rumah, membaca materi yang akan dipelajari di sekolah, membuat kesimpulan materi yang telah dipelajari., mencatat pertanyaan yang akan diajukan kepada guru, mengulang materi pelajaran yang telah disampaikan di sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah (PR) yang diberikan oleh guru, mempersiapkan perlengkapan belajar sebelum proses belajar mengajar dimulai, memperhatikan penjelasan guru, bertanya kepada guru, menjawab soal lisan maupun tulisan.
c.       Prestasi belajar IPS (Y) didefinisikan sebagai  suatu hasil maksimal yang diperoleh seseorang dalam usahanya dalam rangka mengaktualkan dan mempotensikan diri lewat belajar dan  suatu penambahan yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.
2.      Membuat kisi-kisi dan butir pertanyaan.
     Berdasarkan definisi operasional yang telah dijelaskan tadi, tahap selanjutnay dalam membuat kisi-kisi instrumen pengumpul data sebagai berikut :

Tabel 1. Kisi-kisi Angket Perhatian Orang Tua
Aspek/Indikator
No
Jumlah
·         Pemberian bimbingan
·         Pengawasan terhadap belajar
·         Pemberian dan penghargaan
·         Pemenuhan kebutuhan belajar


Jumlah








Tabel 2. Kisi-kisi Angket Motivasi Belajar IPS
Aspek
Indikator
No
Jumlah
·         Dirumah









·         Di Sekolah







Ø  Mempersiapkan perlengkapan belajar dirumah
Ø  Membaca materi yang akan dipelajari 
Ø  Mencatat pertanyaan yang akan diajukan kepada guru
Ø  Mengulang materi pelajaran yang telah disampaikan di sekolah
Ø  Mengerjakan pekerjaan rumah (PR) yang diberikan oleh guru
Ø  Mempersiapkan perlengkapan belajar sebelum proses belajar mengajar dimulai
Ø  Memperhatikan penjelasan guru
Ø  Bertanya kepada guru
Ø  Menjawab soal lisan maupun tulisan



Jumlah



Kisi-Kisi Prestasi Belajar IPS
Standar Kompetensi        : 1. Memahami lingkungan dan melaksanakan kerjasama disekitar rumah dan sekolah
Kompetensi Dasar           : 1.1 Menceritakan lingkungan alam dan buatan di Rumah dan sekolah.
                                     1.2 Memelihara linkungan alam dan buatan
                                    disekitar rumah








Tabel 3. Kisi-kisi Tes Prestasi Belajar IPS
INDIKATOR/ MATERI
LINGKUNGAN ALAM DAN BUATAN
JUMLAH SOAL
1.      Mengindentifikasi kenampakan alam dan dan buatan di rumah dan sekolah

·         Lingkungan alam :  gunung, sungai, danau, lapangan rumput, bukit, dan sebagainya.
·         Lingkungan buatan : (berkaitan dengan alam) Pertambakan, persawahan, perkebunan.
(berkaitan dengan bangunan) : Saluran irigasi, kawasan industri, bandara, pelabuhan, pasar, dan sebagainya.

2.      Memelihara lingkungan alam dan buatan di sekitar rumah.
·         Upaya melestarikan lingkungan: melestarikan air, mengatur sampah,menjaga lingkungan tempat tinggal.

JUMLAH SOAL


3.    Melakukan Uji coba instrumen.
     Setelah skala tersusun lengkap maka perlu diadakan uji coba untuk mengetahui sejauh mana tingkat validitas dan reliabilitas skala yang akan digunakan dalam penelitian.
a). Uji Validitas          
     Tingkat validitasnya diukur dengan membandingkan koefisien validitasnya. Tehnik yang digunakan untuk mengetahui validitasnya alat ukur atau kesejajaran adalah dengan tehnik korelasi produk moment (Suharsimi Arikunto, 1986: 666).





Dengan Rumus :
Rxy
N. XY  ( X )(Y )




(N. X2 )  ( X2 )(N.Y ) 2 ( X ) 2




ket : ∑ xy   :      Koefisien korelasi pearson
∑ y
   : Jumlah skor total

∑ x   
:       Jumlah skor item
N  
:     Banyaknya responden











hasil perhitungan angket yang telah diujicobakan akan dikonsultasikan dengan
tabel µ. Suatu item dikatakan valid, jika nilai µxy lebih besar γ tabel.
b).  Uji Reliabilitas
Pengujian reliabilitas instrument untuk menunjukkan apakah pengalaman itu dapat menentukan hasil yang terkait tidak berbeda bila dilakukan kembali terhadap subyek yang sama, yaitu menunjukkan bahwa suatu instrument cukup dapat digunakan sebagai alat pengumpulan data.
     Dalam menghitung reliabilitas, digunakan belah dua yang dilanjutkan Spearmen Brown :
Rumus :
rii  =
2 . ru

(1 + r1 / 21 / 2)


Keterangan:
Rii
=
Ko efisien korelasi reliabilitas
r1 / 21 / 2
=
      koefisien belahan ganjil genap

4.      Rancangan Penelitian
     Dalam upaya menjelaskan pola hubungan fungsional antar variabel. Digunakan metode survei koresional dengan pendekatan kuantitatif dan dianalisis menggunakan analisis regresi ganda. Peneliti mengambil satu atau lebih variabel bebas (prediktor) dan menguji data itu dengan mencari hubungan fungsional terhadap variabel respon (sebagai “dependent variables”).

    


                                                                                   
                                                    




Gambar 1. Rancangan Penelitian
5.      Teknik Analisis Data
     Teknik analisis data merupakan suatu cara yang digunakan untuk mengolah data hasil penelitian. Berdasarkan rumusan masalah yang ada dan jenis data dalam penelitian ini berupa data interval, maka  analisis  data yang digunakan adalah teknik analisis korelasi dananalisis regresi ganda.
1.      Uji Prasayarat Analisis
a.      Uji Normalitas 
     Uji normalitas digunakan untuk menentukan jenis apakah data berdistribusi normal atau tidak. Suharsimi Arikunto (2009: 301) menyatakan bahwa Uji normalitas sampel, tidak lain sebenarnya adalah  mengadakan pengujian terhadap normal tidaknya sebaran data yang aka dianalisis”. Rumus yang digunakan untuk uji Lilliefors adalah :


 
 



Keterangan:
     =  Lilliefors
     = peluang masing-masing nilai z
     = frekuensi kumulatif relatif dari masing-masing z
Jika L0 lebih kecil dari Ltabel (L0< Ltabel) maka data berasal dari populasi yang berdistribusi normal.
b.      Uji Linieritas Regresi
Uji linieritas yang dimaksud adalah regresi Y atas X1, dan regresi atas X2
c.       Uji Analisis Data
     Analisis data di dalam penelitian ini adalah  untuk  melakukan perhitungan dalam rangka menjawab rumusan masalah  dan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan.
     Uji korelasi dalam penelitian ini menggunakan  korelasi product moment untuk mengetahui hubungan antara variabel yang berjenis interval (Suharsimi Arikunto, 2009: 327).
     Rumus yang digunakan adalah :




N S XY  -  (S X) (S Y)
     rxy     =     ---------------------------------------------------
                            N S X2 – (S X)2      N S Y2– (S Y)2
 
 
           

    


Dengan keterangan :
     rxy    = koefisien korelasi yang dicari
     N    = banyaknya subyek pemilik nilai
     X    = nilai variabel 1         
     Y    = nilai variabel 2

I.       Jadwal Pelaksanaan Penelitian
Agar pelaksanaan penelitian berjalan dengan baik sesuai dengan waktu yang diharapkan perlu adanya jadwal kegiatan sebagai rambu – rambu waktu yang ada sehubungan dengan itu rencana jadwal kegiatan penelitian adalah sebagai berikut :


No
Macam Kegiatan
Juli
Agustus
September
Oktober
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
Pengajuan Judul


 √












2
Penyusunanan proposal
















3
Persetujuan proposal















4
Permohonan perijinan penelitian















5
Membuat instrument















6
Pelaksanaan Penelitian Dilapangan
















7
Penyelesaian penulis laporan penelitian
















J.      Personalia Penelitian
1.      Pelaksana Penelitian :
a.       Nama Lengkap Peneliti           : Ni’matul Hadian Azizah
b.      NIM                                        : 130210204122
c.         Jurusan/Program Studi          : PGSD
d.        Fakultas                                 : Keguruan dan Ilmu Pendidikan
e.         Universitas                            : Universitas Jember
f.         Bidang Keahlian                   :
g.        Waktu untuk Penelitian        : 2 jam / minggu
2.      Tenaga Lapangan                          : 3 orang
3.      Pembantu Administrasi                 : 2 orang





K.    Prakiraan Biaya Penelitian
a.       Honorarium                                  : Rp 500.000
b.      Bahan Peralatan Penelitian          : Rp 150.000
c.       Biaya Perjalanan                          : Rp 350.000
d.      Seminar Penelitian                       : Rp 300.000
e.       Laporan Penelitian                       : Rp 250.000  +
Jumlah                                          Rp 1.550.000

























Lampiran – Lampiran

a.      Daftar Pustaka
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003tantang  Sistem Pendidikan Nasional. Semarang: Media Wiyata.
Hurlock, Elizabeth. 1999, Perkembangan Anak. Jakarta: Erlangga.
Hamzah B. Uno.2007. Teori Moticasi dan Pengukurannya Analisis di Bidang Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Suharsimi Arikunto. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta: Rineka Cipta.
Winkel. W.S. 1991.Psikologi Pengajaran. Jakarta: Grasindo.
Maslow, H. 1994. Motivasi dan Kepribadian. Jakarta: PT Midas Surya.
Kartini Kartono. 1990. Psikologi Perkembangan. Bandung: Mandar Maju.
Nana Sujana. 2007. Metode Statistika. Bandung: Tarsito.
Bimo Walgito. 2004. Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi Offseet.

b.        Curriculum vitae penelitian
Nama                                : Ni’matul Hadian Azizah      
NIM                                 : 130210204122
Tempat tanggal lahir        : Banyuwangi, 26 Juli 1994
Agama                              : Islam
Alamat                             : Sukorejo Rt/Rw O3/04 Bangorejo, Banyuwangi
Riwayat Pendidikan        : SD Negeri 4 Sukorejo
                                           SMP Negeri 1 Siliragung
                                           SMA Negeri 1 Bangorejo
                                           Universitas Jember







Judul
Masalah
Variabel
Indikator
Sumber Data
Metode
Hipotesa
Pengaruh Perhatian Orang Tua Dan Motivasi Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar Ips Siswa Kelas Iii Sd Se Kecamatan Bangorejo Tahun Ajaran 2014/2015
1.  Apakah ada pengaruh perhatian orang tua terhadap prestasi belajar IPS siswa kelas III SD Se kecamatan Bangorejo Tahun Ajaran 2014/2015?
2.  Apakah ada pengaruh Motivasi belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS siswa kelas III SD se Kecamatan Bangorejo Tahun Ajaran 2014/2015?
3.  Apakah ada pengaruh perhatian orang tua dan motivasi belajar IPS secara bersama-sama terhadap prestasi belajar IPS siswa kelas III SD seKecamatan Bangorejo Tahun Ajaran 2014/2015?

a)    Variabel bebas (X) terdiri dari perhatian orang tua (X1 ) dan motivasi belajar IPS (X2).
b)   Variabel tergantung (Y) adalah prestasi belajar IPS.

a.       Perhatian Orang Tua
b.      Motivasi Belajar
c.       Prestasi Belajar
1.Responden siswa siswi kelas III SD se Kecamatan Bangorejo Tahun ajaran 2014/2015

2.Informan
- Kepala Sekolah
- Wali kelas
- Staf tata usaha

3.Kapustakaan

4.Dokumen
1. Penentuan daerah penelitian metode

2. Metode penentuan responden menggunakan metode populasi yaitu  adalah kelas III  SD se Kecamatan Bangorejo Tahun ajaran 2014/2015.

3. Metode pengumpulan data
- teknik Tes
- Angket/ Kuisioner




4.Metode Analisa data

                      N S XY - (S X) (S Y)
Rxy =
           NSX2 (S X)2   NSY2– (S Y)2
Ket :
rxy  = koefesien korelasi yang dicari
N  = banyaknya subjek yang memilih
X = nilai variabel 1
Y = nilai variabel 2
1.      Ada pengaruh perhatian orang tua terhadap prestasi belajar IPS siswa kelas III SD se Kecamatan Bangorejo Tahun Ajaran 2014/2015.
2.      Ada pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar IPS siswa kelas III SD se Kecamatan Bangorejo Tahun Ajaran 2014/2015.
3.      Ada pengaruh perhatian orang tua dan motivasi belajar secara bersama-sama terhadap preestasi belajar IPS siswa kelas III SD se Kecamatan Bangorejo Tahun Ajaran 2014/2015.










































0 komentar:

Posting Komentar

Recent comments

Recent Posts

Pages