Disusun
untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar teknologi informasi
yang dibina oleh Bapak Fajar Surya Hutama, S.Pd, M.Pd
yang dibina oleh Bapak Fajar Surya Hutama, S.Pd, M.Pd
Oleh :
Kelompok 5
KELAS
L
PRODI
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
JURUSAN
ILMU PENDIDIKAN
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT. karena
atas rahmat dan karunia-Nya sehingga kami, dapat menyelesaikan makalah berjudul “ Piranti Keluaran (output
device)” dengan tepat waktu. Dalam penyusunan
makalah ini,
kami selaku penyusun mendapat
bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, kami
mengucapkan terima kasih kepada:
1.
Bapak Fajar Surya Hutama, S.Pd, M.Pd.
selaku Dosen matakuliah Pengantar Teknologi Informasi yang telah memberikan
penjelasan kepada kami terkait dengan tugas, serta
2.
Teman-teman yang telah memberi
dukungan dan masukan.
Dalam penyusunan makalah ini, diharapkan
dapat memberikan manfaat, serta pemahaman kepada pembaca
mengenai perkembangan hardware
atau perangkat keras komputer khususnya mengenai alat output. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari
sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat
membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Jember,
10
Maret 2016
Penyusun
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang Masalah
Pada dasarnya,
tugas utama komputer adalah processing dan I/O (Input dan Output). Bahkan,
sebagian besar waktunya digunakan untuk mengolah I/O sedangkan processing hanya
bersifat insidental. Jadi, pada konteks I/O, peranan sistem operasi adalah
mengatur dan mengontrol perangkat I/O dan operasi I/O. Perangkat I/O sangat
bervariasi. Oleh karena itu, bagaimana cara mengontrol perangkat-perangkat
tersebut mendapat perhatian besar dalam organisasi komputer.
Bayangkan,
perangkat I/O yang sangat banyak jumlahnya dan setiap perangkat memiliki fungsi
dan kecepatan sendiri-sendiri, tentunya memerlukan metode yang berbeda pula.
Oleh karena itu, dikenal klasifikasi perangkat I/O menjadi perangkat blok dan
perangkat karakter, walaupun ada perangkat yang tidak termasuk ke dalam satupun
dari kedua golongan ini. Perangkat terhubung ke komputer melalui port, diatur
oleh device controller dan berkomunikasi dengan prosesor dan perangkat lain
melalui bus. Perangkat berkomunikasi dengan prosesor melalui dua pendekatan
yaitu memory mapped dan instruksi I/O langsung. Bila prosesor ingin mengakses
suatu perangkat, dia akan terus mengecek perangkat untuk mengetahui statusnya,
apakah mengizinkan untuk diakses. Cara ini dilakukan berulang-ulang yang
disebut dengan polling.
Sedangkan bila
perangkat ingin memberitahu prosesor ketika siap diakses, maka perangkat akan
menggunakan interupsi. Kedua cara ini mempunyai kelebihan dan kelemahan
masing-masing. Adanya Direct Memory Access (DMA) dapat mengurangi beban CPU
karena terjadinya transfer data antara perangkat dan memori tanpa melalui CPU.
1.2
Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang yang telah disampaikan di atas maka dapat diambil rumusan
masalah sebagai berikut:
1.2.1
Bagaimana gambaran umum mengenai sistem output?
1.2.2
Apa saja alat yang termasuk kedalam sistem output?
1.2.3 Bagaimana cara kerja sistem output?
1.3
Tujuan Penulisan
Makalah ini disusun untuk memenuhi
tugas mata kuliah Pengantar Teknologi Informasi (PTI) dan sekaligus menjawab
pertanyaan pada rumusan masalah di atas, yaitu:
1.3.1
Mengetahui jenis-jenis piranti keluaran (output device)
1.3.2
Mengetahui ragam piranti masukan
1.3.3
Mengetahui cara kerja dari piranti keluaran
1.4
Manfaat Penulisan
Penulisan makalah ini diharapkan
bermanfaat bagi pihak pembaca atas pengetahuan lebih lanjut tentang
perkembangan teknologi di bidang kesehatan.
1.
Bagi Ilmu Pengetahuan
Dengan
adanya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin baik,
memicu banyaknya ilmu pengetahuan yang bisa diperoleh dari masing-masing
teknologi.
2.
Bagi Lembaga
Perkembangan
teknologi informasi dan komunikasi mengenai system komputer khususnya dalam
sistem output. Memicu lembaga terkait masalah piranti output untuk
memfasilitasi lembaganya dengan teknologi yang sedang marak digunakan dan
menjadi incaran masyarakat kini.
3.
Bagi Masyarakat umum
Dapat
mengetahui perkembangan, sejarah dan cara kerja piranti dari suatu sistem
output yaitu dalam hal monitor, printer, plotter, proyektor, hardisk, sound
card dan speaker aktif.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian dan Jenis Peranti Keluaran
Output device
(Alat Keluaran) adalah perangkat komputer yang berguna untuk menghasilkan keluaran, apakah itu ke kertas (hardcopy), ke
layar monitor (softcopy) atau keluaran berupa suara. Contohnya printer,
speaker, plotter, monitor dan banyak yang lainnya.Output yang dihasilkan dari
pemroses dapat digolongkan menjadi empat bentuk, yaitu :
1. tulisan (huruf, angka, simbol khusus),
2. image (dalam bentuk grafik atau gambar),
3. suara
4. bentuk lain yang dapat dibaca oleh mesin (machine-readable form).
Tiga golongan pertama adalah output yang dapat digunakan langsung oleh manusia, sedangkan golongan terakhir biasanya digunakan sebagai input untuk proses selanjutnya dari komputer.
Peralatan output dapat berupa:
1. tulisan (huruf, angka, simbol khusus),
2. image (dalam bentuk grafik atau gambar),
3. suara
4. bentuk lain yang dapat dibaca oleh mesin (machine-readable form).
Tiga golongan pertama adalah output yang dapat digunakan langsung oleh manusia, sedangkan golongan terakhir biasanya digunakan sebagai input untuk proses selanjutnya dari komputer.
Peralatan output dapat berupa:
A. Hard-copy device yaitu alat yang
digunakan untuk mencetak tulisan dan image pada media keras atau memberikan
keluaran berupa bahan cetakan.
B. Soft-copy device yaitu alat yang digunakan untuk menampilkan
tulisan dan image pada media lunak yang berupa sinyal elektronik
C. Drive device atau driver yaitu alat yang digunakan untuk merekam
simbol dalam bentuk yang hanya dapat dibaca oleh mesin pada media seperti
magnetic disk atau magnetic tape Alat ini berfungsi sebagai alat output dan
juga sebagai alat input.
Output
bentuk pertama sifatnya adalah permanen dan lebih portable (dapat dilepas dari
alat outputnya dan dapat dibawa ke mana-mana).Alat yang umum digunakan untuk
ini adalah printer, plotter, dan alat microfilm. Sedangkan output bentuk kedua
dapat berupa video display, flat panel, dan speaker. Dan alat output bentuk
ketiga yang menggunakan media magnetic disk adalah disk drive, dan yang
menggunakan media magnetic tape adalah tape drive.
1.
Monitor
Monitor adalah
piranti yang memungkinkan komputer untuk menampilkan informasi balik ke
pengguna /user dalam bentuk teks maupun grafik. Monitor termasuk ke dalam
piranti softcopy. Monitor digunakan untuk antarmuka secara visual dengan
komputer dan tampilannya seperti televisi.
Berdasarkan
teknologi pembuatannya monitor terbagi menjadi CRT (Chatode Ray Tube) dan layar
datar (flat panel display).
1.
Ukuran monitor
Ukuran monitor
didasarkan pada panjang diagonal dari area yang kita lihat. Monitor mempunyai
ukuran yang bervariasi 14”, 15”, 17”, 19”, 21”. Untuk laptop biasanya layar
yang digunakan berukuran 12,1” 13,3” 14,1”. Semakin besar ukurannya(dalam inci)
maka semakin luas gambar yang dapat ditampilkan pada monitor.
2.
Resolusi Monitor
Ukuran resolusi
ditentukan oleh jumlah piksel (berasal dari picture element) yang merupakn
titik terkecil pada tampilan dilayar bisa ditampung dalam koordinat X dan
Y (640x480, 800x600, atau 1024x768). Semakin besar resolusi yang dimiliki
monitor kualitas tampilan pada layarnya akan semakin bagus. Berikut berbagai
standar resolusi untuk monitor :
1) CGA (Color
Graphic Adapter) Tipe monitor standar IBM yang mempunyai kualitas
resolusi rendah. Monitor ini hanya mampu menampilkan 4 warna dalam mode
grafis.
2) EGA (Enhanced
Graphic Adapter) EGA merupakan tipe monitor yang tingkatannya di atas
CGA. Monitor ini mampu menampilkan 16 warna dalam mode grafis.
3) EPGA (Enchanced
Professional Graphic Adapter) Monitor ini mampu menampilkan 256 warna
pada mode grafis. Monitor ini disebut juga sebagai monitor PEGA atau PGA.
4) VGA (Visual
Graphic Adapter) VGA merupakan tipe monitor yang sekarang banyak
digunakan. Gambar yang dihasilkan mempunya warna sampai jutaan. Mode grafisnya
tampak lebih nyata di mata. Digunakan pada komputer 80386 dan 80486.
5)
SVGA (Super Visual Graphic Array) dapat
menghasilkan 16 juta warna. Biasa digunakan pada monitor 14” dan 15”.
6) XGA (Extended
Graphic Array) memiliki jumlah piksel 1024x768 dan dapat menghasilkan
65.536 warna. Lazim digunakan pada monito 17” dan 19”.
7) SXGA (Super
Extended Graphic Array) memiliki jumlah piksel 1280x1024. Lazim
digunakan pada monitor 19” dan 21”.
8) UXGA (Ultra
Extended Graphic Array) memiliki jumlah piksel 1600x1200.
·
Dot
Pitch
Menunjukkan
jarak antara dua piksel. Semakin dekat jaraknya, maka gambar pada monitor
akan semakin halus.
·
Kecepatan
Refresh ( Refresh Rate)
Menunjukkan
jumlah pemayaran ulang piksel per detik, sehingga tampilan piksel tetap jelas.
Semakin tinggikecepatan refresh, maka tampilan dilayar akan terlihat semakin
nyata. Kecepatan refresh dinyatakan dalam satuan Hertz. Monitor yang baik
minimal refresh 75Hz ( dalam 1 detik citra ditampilkan 75X).
·
Interlaced
dan Noninterlaced
Interlaced
Monitor adalah jenis monitor yang menampilkan informasi dalam layar melalui 2
tahapan. Contonya pada televisi. Efek dari interlaced monitor adalah kerdip.
Sedangkan Non Interlaced adalah jenis monitor yang menampilkan informasi dengan
1 tahapan.
·
Kedalaman
Warna
Adalah jumlah
bit yang dipergunakan untuk menyimpan ketentuan tentang sebuah pixel,
menentukan banyaknya variasi warna yang dapat dihasilkan monitor.
·
Jenis
– Jenis Monitor
Menurut
bentuknya monitor dibedakan menjadi tiga, yaitu: monitor CRT, monitor LCD,
monitor plasma.
2.2.1 Monitor CRT (
Chatode Ray Tube)
Gambar 1. Monitor CRT
Monitor CRT
sudah menjadi perangkat penampil gambar yang dominan untuk komputer desktop
sejak pertama kali muncul di awal 1980-an. Merupakan monitor yang berfungsi
dengan penembakan sinar katoda. Bentuk monitor ini sama dengan televisi, tetapi
secara umum hanya terdiri dari 4 blok yaitu video, vertikal, horizontal, dan
power supply. Teknologi layar CRT datar dikenal dengan teknologi FST
(flatter squaretube), terdiri dari dua tipe yang bentuk keduanya ’serupa tapi
tak sama’. Jenis lain teknologi layar CRT datar adalah kombinasi dari monitor
tradisional CRT cembung dengan teknologi shadow mask, yang menghasilkan layar
datar dengan gambar yang tajam. Ada fasilitas tambahan untuk mendukung kinerja
monitor CRT datar tersebut. Diantaranya, fasilitas light frame untuk
menciptakan sejumlah window cerah pada tampilan monitor, software untuk
penyelaras warna-warna yang bisa dilihat di layar dengan hasil print out-nya,
fasilitas konektor D-SUB yang menghubungkan graphics card, dan konektor BNC untuk
menghasilkan kualitas gambar.
a. Kelebihan
Monitor CRT
1) Warna lebih akurat dan tajam.
Monitor CRT memiliki warna yang akurat atau hampir sama dengan aslinya. Karena
alasan inilah para desainer dan editor foto lebih suka menggunakan CRT
dibanding LCD. Selain itu, gradasi warna pada monitor CRT masih lebih baik
dibanding LCD.
2) Resolusi monitor ini fleksibel.
Monitor CRT dapat menggunakan berbagai variasi resolusi tanpa mengalami
penurunan kualitas gambar.
3) Perawatan mudah, jika rusak
dapat di servis. Perawatan monitor CRT masih lebih mudah dibanding LCD, LCD
perawatanya harus ekstra hati-hati. Selain itu, jika monitor CRT rusak masih
dapat diservis, sedangkan LCD rusak sudah pasti masuk sampah. Selain itu,
monitor CRT lebih tahan jika terbentur atau tersentuh jari tangan pada
displaynya
4) Bebas dead pixel, ghosting, dan
viewing angle. Monitor CRT tidak terdiri dari pixel-pixel seperti LCD, sehingga
jelas-jelas tidak akan mengalami dead pixel. Monitor CRT dapat dilihat dari
berbagai sisi, tidak seperti LCD yang bergantung pada spesifikasi viewing
angle. Monitor CRT tidak mengenal response time, sehingga relatif bebas efek
ghosting.
5) Harga lebih murah. Kelebihan
dari segi harga inilah yang membuat monitor CRT masih populer.
b. Kekurangan
Monitor CRT
1) Konsumsi listrik.
Monitor CRT mengkonsumsi daya listrik 2x lipat dibanding LCD pada ukuran inch
yang sama.
2) Bergantung pada
refreshrate. Agar mata tidak lelah mengunakan monitor CRT, gunakan refreshrate
diatas 70hz. Monitor CRT high end mampu menawarkan refreshrate hingga 120hz
bahkan lebih. Makin tinggi makin baik tentunya. Hal ini tidak berlaku bagi
monitor LCD.
3) Radiasi lebih besar.
Tidak dapat dipungkiri, monitor CRT memancarkan radiasi yang lebih besar
dibanding monitor LCD. Radiasi ini memiliki dampak negatif bagi mata sehingga
mata cepat lelah atau bahkan membuat kepala pusing bagi yang sensitif.
4) Rentan distorsi, glare dan
flicker. Ini adalah masalah klasik bagi monitor CRT. Efek distorsi akan
terlihat saat kita menggambar lingkaran dengan menggunakan coreldraw atau
software lain. Jika refreshrate terlalu rendah, menyebabkan monitor menjadi
berkedip-kedip (flicker) dan glare (over brightness).
5) Dimensi besar dan berat. Monitor
CRT memiliki ukuran yang besar dan berat, sehingga tidak cocok untuk ruangan
sempit, karena banyak makan tempat. Cukup melelahkn jika monitor sering
dipindah-pindahkan karena cukup berat.
c. Prinsip
Kerja Monitor CRT
Prinsip kerja
monitor konvensional, monitor CRT (Cathode Ray Tube), sama dengan prinsip kerja
televisi yang berbasis CRT. Elektron ditembakkan dari belakang tabung gambar
menuju bagian dalam tabung yang dilapis elemen yang terbuat dari bagian yang
memiliki kemampuan untuk memendarkan cahaya. Sinar elektron tersebut melewati
serangkaian magnet kuat yang membelok-belokkan sinar menuju bagian-bagian
tertentu dari tabung bagian dalam. Begitu sinar tersebut sampai ke bagian kaca
tabung TV atau monitor, dia akan menyinari lapisan berpendar, menyebabkan
tempat-tempat tertentu untuk berpendar secara temporer. Setiap tempat tertentu
mewakili pixel tertentu. Dengan mengontrol tegangan dari sinar tersebut,
terciptalah teknologi yang mampu mengatur pixel-pixel tersebut untuk berpendar
dengan intensitas cahaya tertentu. Dari pixel-pixel tersebut, dapat dibentuklah
gambar.
Teorinya, untuk
membentuk sebuah gambar, sinar tadi menyapu sebuah garis horizontal dari kiri
ke kanan, menyebabkan pixel-pixel tadi berpendar dengan intensitas cahaya
sesuai dengan tegangan yang telah diatur. Proses tersebut terjadi pada semua
garis horizontal yang ada pada pixel layar, dan ketika telah sampai ujung,
sinar tersebut akan mati sementara untuk mengulang proses yang sama untuk
menghasilkan gambar yang berbeda.
2.2.2 Monitor
plasma
Gambar 2. Monitor plasma
Monitor plasma atau
monitor plasma gas, menggunakan gas untuk mengeluarkan cahaya. Teknologi ini
kini diterapkan pada televisi datar berlayar lebar. Monitor electroluminescent
(EL) mengandung bahan yang bercahaya manakala dialiri arus listrik, sebuah
piksel terbentuk pada layar saat arus listrik dikirim ke perpotongan baris dan
kolom yang sesuai.
Plasma gas
merupakan teknologi monitor dengan display datar. Dengan teknologi plasma gas,
ketipisan layar dapat dibuat sebanding dengan LCD, namun memiliki karakteristik
citra yang lebih baik dan ukuran layar yang lebih besar.
Tampilan pada
monitor plasma gas dapat dibuat lebih besar dibandingkan LCD. Ukuran terbesar
yang sedang dikembangkan pada plasma gas sudah mencapai 40 inci, sementara LCD
baru mencapai 20 inci. Selain itu, sudut pandang pada plasma gas dapat selebar
CRT.
Plasma gas
menggunakan fosfor untuk menghasilkan cahaya seperti halnya CRT. Perbedaannya
adalah bagaimana energi diberikan kepada fosfor agar fosfor berpendar. Pada
plasma gas, tiap sel warna memiliki gas yang bertekanan rendah yang terletak di
belakangnya. Tegangan tinggi pada elektroda sel tersebut akan membuat gas
bergerak mengarah ke plasma. Radiasi ultraviolet yang dihasilkannya akan
mengeksitasi fosfor pada layar dan akan memendarkannya sehingga tertangkap oleh
mata kita. Hal ini membuat layar plasma gas berpendar tanpa perlu adanya
bantuan cahaya dari belakang layar. Kontras pada plasma gas akan lebih baik
dibandingkan LCD.
2.3.3 Monitor LCD (
Liquid Cristal Display)
Gambar 3. Monitor LCD
Merupakan jenis
layar datar TFT (thin film transistor). Komposisi utama pembentuk LCD adalah
liquid crystal (LC) yang ditemukan pada tahun 1988 oleh ahli tanaman nama
Austria bernama Friedrich Reinetzer. Namun, istilah LC (liquid crystal) baru
diperkenalkan oleh ahli fisika Jerman bernama Otto Lehmann pada akhir abad
ke-19. LC (liquid crystal) bersumber dari unsur zat padat dan cair dalam satu
massa. Pada umumnya, yang digunakan sekarang berasal dari bahan polymer yang
terdapat pada pasir pantai.
Lapisan lapisan dalam sebuah LCD :
1) Polaroid
belakang
2) Elektroda
belakang
3) Plat
kaca belakang
4) Kristal
cair
5) Plat
kaca depan
6) Elektroda
depan
7) Polaroid
depan
Elektroda dalam
lapisan tersebut berfungsi untuk menciptakan medan listrik pada kristal cair,
sedangkan polaroid digunakan untuk menciptakan suatu polarisasi
LCD berwarna menggunakan dua jenis
teknik untuk menghasilkan warna, yaitu passive matrix dan active matrix :
(1) Passive
Matrix
Teknologi yang
digunakan lebih murah dibandingkan active matrix. Pada LCD jenis ini terdapat
sederetan transistor di atas (sumbu x) dan di samping kiri (sumbu y) monitor.
Transistor-transistor ini memberi energi pada piksel. Piksel merupakan
pertemuan dari pancaran transistor sumbu x dan sumbu y. oleh karena hal
tersebut maka teknologi ini sering juga disebut Dual Scan monitor.
Kelemahan
teknologi ini, monitor harus dilihat secara tegak lurus. Jika dipandang dari
sudut agak menyamping, maka tulisan pada monitor tidak akan terlihat. Kelemahan
lain, jika ada transistor yang mati, maka akan terlihat adanya garis gelap
melintang atau tegak lurus pada layar monitor.
Pada teknologi
passive matrix yang lebih baru seperti CSTN (Color Super-Twisted Nematic), DSTN
(Double Layer Super-Twis Nematic), dan HPA (High-Performance Addressing),
kecerahan citra lebih bagus.
(2) Active Matrix
Menggunakan teknologi Thin Film Transistor
(TFT). Hasil warna yang diperoleh sebagus CRT, namun teknologinya mahal. Active
matrix memiliki transistor yang memancarkan cahaya sendiri pada masing-masing
piksel, sehingga warnanya lebih cerah, dan tak harus dilihat dengan sudut
pandang tegak lurus. Namun karena adanya banyak transistor ini, mengakibatkan
pemakaian daya jenis monitor ini lebih tinggi dan kemungkinan kerusakan pada piksel
lebih besar.
1. Kelebihan
Monitor LCD
a
. Konsumsi listrik rendah
b
. Tidak menghasilkan radiasi
elektromagnet yang mengganggu kesehatan
c
. Tidak menimbulkan efek kedipan
(flicker free)
d
. Area layarnya optimum karena tidak
termakan untuk bezel/frame
e
. Dimensinya tidak akan menyita
ruangan terlalu besar dan ringan untuk dijinjing
f
. Bentuknya stylish dan enak dilihat
g
. Sinyal gambar digital
2. Kekurangan
Monitor LCD
a
. Harganya lebih mahal dibandingkan
dengan monitor CRT
b
. Kualitas gambar yang dihasilkan belum
sebaik monitor CRT
c
. Resolusi gambar yang dihasilkan
lebih rendah dibandingkan monitor CRT
d . Sudut
viewable-nya terbatas. Begitu kita mengeset sudut pandang, gambar terlihat akan
berubah di mata kita.
3. Prinsip
Kerja Monitor LCD
Secara Sederhana
LCD (Liquid Crystal Display) terdiri dari dua bagian utama yaitu backlight dan
kristal cair. Backlight sendiri adalah sumber cahaya LCD yang biasanya terdiri
dari 1 sampai 4 buah berteknologi seperti lampu neon. Lampu backlight ini
berwarna putih.
Kristal cair
akan menyaring cahaya backlight. Cahaya putih merupakan susunan dari beberapa
ratus cahaya dengan warna yang berbeda. Beberapa ratus cahaya tersebut akan
terlihat jika cahaya putih mengalami refleksi atau perubahan arah sinar. Warna
yang akan dihasilkan tergantung pada sudut refleksi. Jadi jika beda sudut
refleksi maka beda pula warna yang dihasilkan. Dengan memberikan tegangan
listrik dengan nilai tertentu. Kristal cair dapat berubah sudutnya.
Karena tugas
kristal cair adalah untuk merefleksikan cahaya dari backlight maka cahaya
backlight yang sebelumnya putih bisa berubah menjadi banyak warna. Kristal cair
bekerja seperti tirai jendela. Jika ingin menampilkan warna putih kristal
cair akan membuka selebar-lebarnya sehingga cahaya backlight yang berwarna
putih akan tampil di layar. Namun jika ingin menampilkan warna hitam. Kristal
Cair akan menutup serapat-rapatnya sehingga tidak ada cahaya backlight yang
yang menembus (sehingga di layar akan tampil warna hitam). Jika ingin
menampilkan warna lainnya tinggal atur sudut refleksi kristal cair.
Perbedaan monitor CRT dan LCD
Ukuran fisik :
Ukuran fisik :
Ukuran fisik
monitor CRT jauh lebih besar karena memerlukan ruangan untuk tabung CRT. Ukuran
LCD lebih ramping, sehingga sesuai untuk tempat yang terbatas atau untuk
laptop.
Warna :
Warna :
Awalnya warna
monitor LCD hanya ratusan hingga ribuan jenis, sedangkan CRT sudah mencapai
jutaan. Namun, LCD LCD jenis baru telah dapat memproduksi warna yang tak
terbatas sehingga lebih halus.
Resolusi :
Resolusi :
Umumnya monitor
CRT dapat menampilkan berbagai variasi resolusi, sedagkan monitor LCD hanya
memiliki satu resolusi native, yaitu resolusi dimana tampilan yang dihasilkan
mempunyai gambar paling jelas. Keadaan ini merupakan resolusi LCD tertinggi yng
dapat dijangkaunya
Kecerahan (Brightness) :
Kecerahan (Brightness) :
Pada
CRTkecerahan gambar tak menjadi masalah. Pada LCD, mengingat pancaran cahaya
dilakukan dari belakang, LCD memiliki level kecerahan yang berbeda daripada CRT.
Ukuran kecerahan LCD biasanya dinyatakan dalam satuan nits yaitu berkisar
antara 70-250 nits.
Sudut Pengihatan :
Sudut Pengihatan :
Dibandingkan
dengan CRT, monitor LCD memiliki sudut penglihatan yang lebih kecil, sehingga
warna yang muncul bias berubah jika dilihat dari samping atau bahkan tak
terlihat sama sekali. Namun monitor LCD dewasa ini telah memiliki sudut pandang
yang lebih luas lagi.
Pemakaian Daya dan Emisi Radiasi :
Pemakaian Daya dan Emisi Radiasi :
LCD hanya
memerlukan daya listrik yang kecil untuk pengoprasiannya dan tidak mengeluarkan
emisi radiasi yang berbahaya jika dibandingkan dengan monitor CRT. Rata-rata
monitor memerlukan daya listrik 110 watt, sedangkan LCD memrlukan sekitar 30
hingga 40 watt
Harga :
Harga :
Monitor LCD
lebih mahal dibandingkan CRT
E. Monitor Plasma dan Electrominescent
E. Monitor Plasma dan Electrominescent
Monitor plasma
(atau lengkapnya adalah monitor plasma gas) menggunakan gas untuk mengeluarkan
cahaya. Teknologi pada monitor ini kini diterapkan pada televisi datar berlayar
lebar.
Monitor electroluminescent (EL) mengandung bahan yang bercahaya manakala dialiri arus listrik. Sebuah pixel terbentuk pada layar saat arus listrik dikirim ke perpotongan baris dan kolom yang sesuai.
Monitor electroluminescent (EL) mengandung bahan yang bercahaya manakala dialiri arus listrik. Sebuah pixel terbentuk pada layar saat arus listrik dikirim ke perpotongan baris dan kolom yang sesuai.
F. PRINTER
Printer adalah
salah satu contoh hardware Hardcopy device (perangkat keras) yang terhubung ke
komputer dan mempunyai fungsi untuk mencetak tulisan, gambar dan tampilan
lainnya dari komputer ke media kertas atau sejenis.Istilah yang dikenal pada
resolusi printer disebut dpi (dot per inch).Maksudnya adalah banyaknya jumlah
titik dalam luas area 1 inci. Semakin tinggi resolusinya maka akan semakin
bagus cetakan yang dihasilkan. Sebaliknya, jika resolusinya rendah maka hasil
cetakan akan buruk / tidak bagus.
1. Impact Printer
1. Impact Printer
Impact printers
adalah jenis printer yang memaksa print heads untuk mentransfer tinta ke media cetak
dengan caraprint heads menekan tinta sampai menyentuh kertas, mirip dengan cara
kerja mesin tik. Impact printer menggunakan print heads yangberisi sejumlah pin
metal. Beberapa print heads hanya memiliki 9 pin untuk menghasilkan titik –
titik yang akan membentuk karakter. Dan sebagian printer memiliki 24 pin untuk
menghasilkan resolusi yang lebih baik. Selain itu jenis printer ini terbatas
pada pencetakkannya yang bersifat monochrome dengan huruf tunggal pada setiap
waktu cetak. Beberapa type dari impact printer antara lain :
a) Dot Matrix Printer
a) Dot Matrix Printer
Jenis printer
Dot Matrix merupakan printer yang metode pencetakannya menggunakan pita.Cetakan
yang dihasilkan terlihat seperti titik titik yang saling mengubungkan satu
dengan yang lainnya, sehingga hasil cetakan kurang halus dan juga kurang bagus.
menurut sejarahnya jenis printer dot metrix ini pada awalnya menggunakan 9 Pin
yang artinya dalam satu huruf akan dicetak dengan kombinasi dari 9 titik,
kemudian semakin berkembang menjadi 24 pin dan tentunya dengan begitu hasil
cetakan akan lebih halus. produsen printer jenis dot metrix yang cukup terkenal
adalah Epson, dengan produknya Epson LX – 300, espson LX 800 dan lain-lain.
b) Daisy Wheel Printer
b) Daisy Wheel Printer
Tipe dari
printer yang menghasilkan huruf yang kualitasnya cukup baik. Cara kerja printer
ini sama seperti mesin tik. Daisy wheel adalah piringan yang terbuat dari
plastik atau logam dimana pada setiap ujung dari piringan ini terdapat
karakter-karakter.Untuk mencetak karakter, printer memutar piringan sampai
huruf yang diinginkan berhadapan tepat dengan kertas. Dan palu langsung
menghantam piringan , memaksa karakter untuk menekan tinta, dan meninggalkan
bekas tinta di kertas. Jenis karakter dari printer ini bisa dirubah dengan cara
mengganti daisy wheel.
c) Thimble Printer
c) Thimble Printer
Merupakan Letter
Quality printer menggunakan elemen berbentuk thimble yang terdiri dari batangan
plastik yang diatur melingkar seperti daisy wheel tetapi batangan tersebut
dibengkokkan.Pola dari karakter ada di ujung batangan plastik tersebut.
d) Chain Printer
Mengunakan suatu
rantai yang berisi karakter-karakter untuk membentuk hasil cetakannya. Rantai
tersebut akan berputar secara horizaontal dan setelah tepat pada posisi
pencetakan, palu pemukul akan mengetuk pola karakter di rantai melalui karbon,
bentuk dari karakter akan tercetak di kertas. Chain printer mempunyai kecepatan
yang tinggi.
e) Band Printer
e) Band Printer
Cara operasinya
sama dengan chain printer, tetapi menggunakan pita besi (steel band) yang
berisi kumpulan pola karakter.
f) Drum Printer
Yaitu printer
yang kumpulan karakternya diletakkan pada permukaan luar suatu drum metal.
Tiap-tiap posisi kolom pencetakan terdapat satu lingkaran kumpulan karakter di
drum.
Proses pencetakan karakter dilakukan dengan memutar drum sampai pada bentuk karakter yang diinginkan dan suatu palu pemukul akan mengetuk karakter tersebut.
2. Nonimpact Printer
Proses pencetakan karakter dilakukan dengan memutar drum sampai pada bentuk karakter yang diinginkan dan suatu palu pemukul akan mengetuk karakter tersebut.
2. Nonimpact Printer
Non-impact
printers adalah jenis printer yang tidak beroperasi dengan cara menekan tinta
ke kertas, cara kerja printer ini bermacam-macam, ada yang menggunakan elemen
panas, menyemprotkan tinta ke media ataupun dengan menyinari laser beam.
Printer jenis ini cenderung lebih tenang dibandingkan dengan jenis impact yang
menimbulkan suara berisik ketika mencetak. Keunggulan dari jenis printer ini,
mempunyai kerapatan yang lebih baik karena karakter yang di cetak pada media di
bentuk dari puluhan titik tinta yang kecil, sehingga menghasilkan output yang
lebih baik.Agar mampu menghasilkan cetakan berwarna, maka di gunakan nozzle
yang terpisah, masing – masing memiliki warna yang berbeda. Beberapa type dari
non-impact printer antara lain :
a) Ink-jet printer
a) Ink-jet printer
Jenis printer
Ink-jet merupakan jenis printer yang metode pencetakannya menggunakan tinta
cair. hasil cetak yang dihasilan oleh jenis printer Ink jet lebih bagus dan
halus jika dibandingkan dengan jenis printer dot metrix, jenis printer ink jet
ini juga bisa menghasilan hasil cetakan warna.
Pada printer jenis Ink jet menggunakan teknologi dor on demand, yaitu dengan cara menyemprotkan titik titik kecil tinta pada kertas melalui nozzle atau lubang pipa yang sangat kecil. teknologi lainnya yang dikembangkan oleh produsen printer seperti Canon dan HP dengan menggunakan panas. panas tersebut dapat membuat gelembung-gelembung tinta sehingga jika semakin panas akan semakin menekan tinta ke nozzle yang ditentukan dan tercetak pada kertas. karena menggunakan tinta cairan hasil cetaknya menunggu beberapa detik agar bisa kering. jenis printer ink jet ini penempatan dan pengisian tintanya bisa dimodifikasi dengan teknik infus, yaitu dengan menambahkan tabung tinta khusus pada bagian luar printer dan disambung dengan selang kecil untuk dihubungkan pada bagian pencetak di mesin printer.
b) Thermal Printer
Pada printer jenis Ink jet menggunakan teknologi dor on demand, yaitu dengan cara menyemprotkan titik titik kecil tinta pada kertas melalui nozzle atau lubang pipa yang sangat kecil. teknologi lainnya yang dikembangkan oleh produsen printer seperti Canon dan HP dengan menggunakan panas. panas tersebut dapat membuat gelembung-gelembung tinta sehingga jika semakin panas akan semakin menekan tinta ke nozzle yang ditentukan dan tercetak pada kertas. karena menggunakan tinta cairan hasil cetaknya menunggu beberapa detik agar bisa kering. jenis printer ink jet ini penempatan dan pengisian tintanya bisa dimodifikasi dengan teknik infus, yaitu dengan menambahkan tabung tinta khusus pada bagian luar printer dan disambung dengan selang kecil untuk dihubungkan pada bagian pencetak di mesin printer.
b) Thermal Printer
Printer ini
menggunakan kepala cetak yang berisi jarum-jarum besi yang masing-masing
dipanasi secara terpisah.Kertas yang digunakan adalah khusus yang peka terhadap
panas.
Jarum besi yang dipanasi, bila diletakkan dekat dengan kertas yang peka panas tersebut menyebabkan bentuk karakter akan terbakar di kertas. Thermal printer tidak dapat mencetak bentuk yang berwarna.
c) Electrostatic Printer
Jarum besi yang dipanasi, bila diletakkan dekat dengan kertas yang peka panas tersebut menyebabkan bentuk karakter akan terbakar di kertas. Thermal printer tidak dapat mencetak bentuk yang berwarna.
c) Electrostatic Printer
Menggunakan
kepala cetak yang berisi jarum-jarum besi yang diberi aliran listrik. Cara
kerja electrostatic printer sama dengan thermal printer, kecuali kertas yang
digunakan adalah kertas khusus yang dilapisi dengan aluminium oksida. Printer
ini juga tidak dapat mencetak bentuk yang berwarna.
d) Thermal Transfer Printer
d) Thermal Transfer Printer
Merupakan
printer teknologi panas yang dapat mencetak dalam bentuk warna-warna Printer
ini menggunakan kepala cetak yang dipanasi dan suatu karbon yang mengandung
partikel-partikel tinta yang dilekatkan pada lilin. Jika lilin ini meleleh,
partikel tinta akan terlepas dan melekat di kertas.
e) Laser Printer
e) Laser Printer
Merupakan
teknologi gabungan antara teknologi xerographic yang ditemukan di fotocopy
dengan teknologi laser. Output digital dari komputer akan dirubah menjadi pulsa
sinar laser dan ditembakkan ke suatu drum yang peka terhadap sinar laser. Bayangan
yang ditangkapdi drum akan dikirimkan dengan proses seperti mesin fotocopy.
Laser printer membentuk karakter dalam bentuk titik-titik yang sangat kecil dan
rapat, sehingga menghasilkan kualitas karakter yang baik.
3. Serial Printer
Disebut juga
dengan nama character printer karena cara mencetaknya dilakukan setiap saat
secara serial. Kecepatan dari serial printer diukur dengan satuan cps
(character per second). Yang termasuk serial printer yaitu : dot matrix, daisy
wheel, thimble, inkjet, thermal, electrostatic dan thermal transfer printer.
4. Line Printer
Bekerja dengan
cara mencetak satu baris sekaligus setiap saat. Kecepatan dari line printer
biasanya diukur dengan satuan lpm (lines per minute). Yang termasuk serial
printer yaitu : chain, band dan drum printer.
5. Page Printer
Dapat mencetak
satu halaman tiap saat.Yang termasuk page printer adalah laser
printer.Kecepatan pencetakan juga diukur dengan lpm atau ppm (pages per minute)
bisa mencapai 20000 baris per menit.
6. Intelligent Printer Controller
6. Intelligent Printer Controller
Merupakan alat
yang dapat digunakan untuk menghubungkan beberapa komputer dengan beberapa
printer sehingga printer tersebut dapat digunakan bersama-sama secara otomatis
atau dapat di-switch antara satu printer dengan printer lain.
Dikatakan
intelligent karena mempunyai CPU dan memori tersendiri yang akan mengatur
penggunaan printer bersama-sama. Memory di printer controller berfungsi sebagai
buffer data yang akan dikirimkan ke printer untuk dicetak.
G. Plotter
Plotter adalah Printer grafis yang
menggambar dengan menggunakan pena-pena tinta, plotter juga merupakan perangkat
output pertama yang mampu mencetak gambar berukuran gambar sebesar gambar
arsitektur dan engineering.
Adapun
pengertian lain plotter adalah sebuah mesin yang secara otomatis akan
menggambar grafik berdasarkan data yang dimasukkan. Sedangkan plotter masih
dibagi yaitu ada plotter auto, yaitu sebuah mesin yang secara otomatis akan
menggambar grafik berdasarkan data yang dimasukkan.
Berdasarkan
prinsip kerjanya, jenis plotter dapat berupa:
1.
Plotter pena
Pada prinsipnya plotter pena memiliki satu pena atau
sejumlah pena berwarna-warni untuk menggambar pada kertas atau plastik
transparan. Plotter pena tidak membuat keluaran berbentuk pola titik-titik.,
tetapi keluaran dalam bentuk garis kontinyu.
2.
Plotter elektrostatis
Pada plotter elektrostatis ini kertas diletakkan pada tempat
datar seperti meja, kemudian dibuat dengan prinsip kerja seperti pada mensin
foto kopi, yaitu dengan memberi tegangan listrik pada kertas. Tegangan listrik
tersebut yang akan menarik tinta untuk melekat pada kertas. Tinta kemudian
dicairkan dengan pemanasan. Kualitas jenis plotter ini tidak sebagus plotter
pena, tetapi kecepatannya lebih tinggi.
3.
Plotter thermal.
Plotter thermal menggunakan pin yang dipanasi secara
elektronis. Kemudian pin tersebut dilewatkan pada jenis media yang peka
terhadap panas, sehingga terbentuk gambar. Plotter thermal dapat digunakan
untuk mencetak pada kertas maupun pada film buram.
4.
Plotter Pemotong
Plotter jenis ini dapat sekaligus memotonh bahan vinyl,
karet, gabus, kulit, dan lain-lain. Contoh pemanfaatannya yaitu pada industri
sepatu atau industri pakaian, untuk memotong pola atau bahan sekaligus.
5.
Plotter Format Lebar
Plotter format lebar biasa digunakan oleh perusahaan grafis,
karena plotter jenis ini dapat membuat cetakan berwarna dalam kertas yang
sangat lebar.Teknologi yang digunakan ada yang menyerupai printer ink-jet
ataupun plotter thermal.
H. Computer Output Microfilm (COM)
Computer output Microfilm (COM) adalah
piranti yang dapat menghasilkan gambar dalam gulungan mikrofilm atau pada
microfiche yang berisi banyak halaman dalam setiap lembar.
a.
Mikrofilm
Mikrofilm
adalah hasil reproduksi dalam bentuk gulungan film yang kecil dengan ukuran
lembaran film 16 mm dan panjang 100 feets. Untuk film yang berukuran 35 mm dan
panjang 200 feets, digulung dalam sel plastik.
Mikrofilm merupakan kopi dari halaman-halaman buku,
manuskrip dan sebagainya yang melalui proses fotografi dimana bayangan kecil
yang ada pada frame tersebut merupakan duplikat dari bagian aslinya. Mikrofilm
masih merupakan pilihan yang populer karena bisa menampung sejumlah besar
informasi yang dapat disimpan dalam ruang yang sangat kecil, dan membutuhkan
biaya yang rendah.
Bentuk-bentuk
mikrofilm:
1. Gulungan, yaitu hasil rekaman dengan kamera
yang telah diproses untuk suatu benda. Film tersebut memuat bahan-bahan
informasi yang terbentuk secara ringkas dimana informasi diletakkan secara
berderet dan mempunyai jarak tertentu.
2. Lembaran, yaitu hasil reproduksi
dari salah satu bagian gulungan yang diberi bingkai dan sampul yang terbuat
dari polyester plastik.
b. Audio
Peranti audio ini dapat menghasilkan
suara digital seperti musik .Melalui teknologi ini ,dimungkinkan untuk
mengonversi suatu teks menjadi suara.
1.
Speaker
Speaker adalah alat keluaran yang
menghasilkan output dalam bentuk suara. Fungsi speaker pada komputer sama
dengan fungsi speaker pada perangkat audio sistem. Perbedaannya secara garis
besar hanyalah pada ukurannya. Speaker pada komputer dibuat sefisien mungkin
agar tidak terlalu memerlukan banyak tempat. Namun, terkadang pengguna menghubungkan
output sound dengan perangkat speaker lainnya untuk menambah kepuasan.
2.
Cara kerja Speaker
Ketika suara yang terdengar dari sound card, data digital
suara yang berupa waveform .wav atau mp3 dikirim ke sound card. Data digital
ini diproses oleh DSP ( Digital Signal Processing : pengolah signal digital)
bekerja sama dengan DAC (Digital Analog Conventer : konversi digital ke analog)
mengubah sinyal digital menjadi sinyal analog setelah itu dikeluarkan melalui
speaker.
0 komentar:
Posting Komentar