
ANALISIS BUKU AJAR IPS (ILMU PENGETAHUAN SOSIAL)
KELAS 4
BAB 6 SEMANGAT KEPAHLAWANAN DAN CINTA TANAH AIR
Disusun
guna memenuhi tugas mata kuliah Pengembangan IPS SD yang dibina oleh Ibu Chumi
Zahroul Fitriyah, S.Pd., M.Pd
dan Ibu
Zetty S. Pd, M. Pd
Oleh:
KELOMPOK 6
KELAS B
1. Vinki
Erlita P.
(130210204006)
2. Susi
Purwati
(130210204094)
3.
Shodiqol Karima (130210204108)
|
4. Ni’matul Hadian
A. (130210204122)
5. Dian Maharani (140210204010)
|
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
JURUSAN
ILMU PENDIDIKAN
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
JEMBER
2016
Analisis Buku Ajar IPS Kelas
4 Karangan Tantya Hisnu P. dan Winardi BAB 6 Semangat Kepahlawanan dan Cinta
Tanah Air
A.
KELAYAKAN
ISI
No.
|
Kriteria
|
Bagian Buku
|
Deskripsi
|
1.
|
Kesesuaian materi dengan
kurikulum
|
107-123
|
Materi sudah sesuai dengan SK dan KD dalam
kurikulum yakni KTSP yakni pada SK 1 dan KD 1.6 dan materi yang disampaikan
juga sudah merupakan penjabaran dari kompetensi dasar, Namun masih ada
beberapa materi yang perlu ditambahkan terkait dengan gambar tokoh-tokoh
pahlawan yang ada di lingkungan, sebaiknya ditambah dengan pahlawan yang ada
diadaerah sekitar misalnya “Letchol Serujdi” yang merupakan pahlawan Jember.
(kurikulum KTSP)
|
2.
|
Keakuratan materi
|
107 -123
|
Sudah akurat karena jika buku sudah diterbitkan
atau dikeluarkan sudah diuji keakuratan materinya
|
3.
|
Kemutakhiran materi
|
107-123
|
Materi
yang dijelaskan pada halaman tersebut merupakan pemaparan materi yang dapat
dikatakan mutakhir, karena apa saja yang disampaikan menurut kami dapat
dipercaya kebenarannya. Seperti: Pada bab tersebut dijelaskan bahwa salah
satu cara kita untuk menghargai jasa para pahlawan yang telah gugur yakni
dengan mengikuti upacara bendera setiap hari senin dan pada saat upacara juga
menyanyikan lagu Mengheningkan Cipta untuk mendoakan para Pahlawan. Hal ini
benar adanya dan dapat dipertanggung jawabkan
|
4.
|
Memiliki substansi keilmuan
dan life skill
|
107-123
|
Materi yang disajikan telah memuat kecakapan akademik, materi yang disajikan
telah melibatkan kerja otak , mengajak siswa berpikir dan kecakapan personal,
Materi yang disajikan memuat materi praktek, kerja langsung, serta kecakapan
sosial, materi yang disajikan telah melibatkan kegiatan sehari-hari,
kehidupan sehari-hari, melibatkan masalah-masalah sosial sehari-hari
|
|
108
|
Pada halaman tersebut dijelaskan
bahwa salah satu cara kita menghargai jasa para Pahlawan adalah dengan
mengikuti Upacara Bendera dengan hikmat dan untuk mendoakan para pahlawan
yang telah gugur mendahului kita, saat upacara kita mengheningkan cipta.
Dengan kegiatan tersebut tentu memiliki substansi keilmuan dan life skill dimana anak dilatih untuk
membiasakan diri menghargai jasa para Pahlawan melalui kegiatan Upacara
Bendera, kemudian mengheningkan cipta untuk mendoakan jasa para Pahlawan.
Selain itu, life skill dari
pembelajaran siswa dapat belajar bernyanyi, memiliki kemampuan bernyanyi yang
baik terutama menyanyikan lagu Nasional atau kebangsaan. Tentunya menyanyikan
Lagu Nasional dengan lagu pop biasa memiliki cara yang berbeda.
|
|
7.
|
Memiliki pengayaan
|
107-123
|
Telah memuat tugas-tugas mandiri yang
berkaitan dengan setiap materi yang dipelajari dalam buku. Tugas-tugas
mandiri ini terdapat pada setiap akhir materi.Hal ini sangat membantu siswa
untuk mengetahui seberapa paham atau mengerti dirinya terhadap materi yang
telah dibelajarkan dalam buku
|
8.
|
Keberagaman nilai
|
109-110
|
Di buku ini, tepatnya pada halaman tersebut
sudah terdapat materi yang bersifat mengajak siswa untuk memiliki sifat-sifat
seperti seorang pahlawan dan juga mencerminkan nilai-nilai nasionalisme dan
juga nilai religius.
|
122-123
|
Pada halaman tersebut
ada keberagaman nilai yang dimiliki oleh pahlawan yang dapat diteladani oleh
kita “ nilai siap rela berkorban, bersedia meminta dan memberi maaf dan
berjiwa besar, hal ini bisa diteladani oleh anak didik nantinya.
|
||
122
|
Di paragraph
ke dua bagian kalimat terakhir pada kata “ Atau kamu malah mendendam dan
ingin membalas?” alangkah baiknya dihilangkan karena kalimat ini mengandung/menunjukkan
sikap yang negatif.
|
B.
KELAYAKAN
BAHASA
No.
|
Kriteria
|
Bagian Buku
|
Deskripsi
|
1.
|
Ketepatan struktur kalimat
|
|
|
2
|
Keefektifan kalimat
|
108
|
Pada kalimat “Apakah ada acara di mana kita mengenang jasa para
pahlawan bangsa?” ini tidak efektif dan sulit dipahami oleh siswa kelas IV
karena terlalu berbelit-belit dan pada kata “di mana” seharusanya tidak
dipisah. Alangkah baiknya jika kalimat tersebut diganti dengan “Apakah di
lingkungan sekitar kalian ada acara untuk mengenang jasa para pahlawan? ”
kalimat tersebut akan lebih efektif dan mudah dipahami oleh siswa.
|
108
|
Pada Kalimat “Ketika Mengheningkan
Cipta biasaya diiringi lagu Mengheningkan Cipta. Apakah kamu bisa
menyanyikan lagu itu? Coba sekarang nyanyikan lagu Mengheningkan Cipta berikut ini!”.
Menurut kami, kata “Mengheningkan
Cipta” akan lebih tepat jika tidak dicetak miring tetapi cukup diberi
tanda petik dua seperti “Mengheningkan Cipta”. Alasan lain juga karena kata
mengheningkan cipta bukan dari bahasa latin dan bukan penekanan bahasa sastra
yang menunjukkan atau memiliki arti tersendiri. (https://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Pedoman_gaya)
|
||
110
|
Pada kalimat “ pahlawan tidak mengerjar kepentingan sendiri .
kepentingan bangsa, negara, dan kepentingan orang banyak ia dahulukan” Menurut saya tidak efektif karena terdapat
pemborosan kata, sebaiknya diganti dengan “pahlawan tidak mementingkan diri
sendiri. Namun mereka lebih mementingkan kepentingan bangsa,negara, dan orang
banyak.
|
||
113
|
Kalimat yang digunakan sudah dapat dikatakan efektif karena
kalimat yang digunakan tidak berbelit-belit, mudah dipahami dan jelas
sehingga tidak akan terjadi kerancuan atau salah penalaran.
|
||
114
|
Menurut kami “kalimat guru itu bisa dikatakan cinta tanah air. Ia
mencerdaskan bangsa dengan pengabdiannya” tidak efektif karena sulit
dipahami, sebaiknya diganti dengan kalimat “ guru tersebut dapat dikatakan
cinta tanah air, karena ia telah mencerdaskan bangsa melalui pengabdiannya.
|
||
114
|
Pada kalimat “ bagaimana kita mewujudkan rasa kepada tanah air?
Rasa cinta kepada tanah air bisa diwujudkan dengan bermacam-macam cara.
Antara lain sebagai berikut.” Ini menurut kami tidak efektif karena kalimat
yang digunakan tidak jelas sehingga sulit di pahami dan sebaiknya kata
“diwujudkan” diganti menjadi kalimat
“kita wujudkan” sehingga kesannya menjadi sebuah ajakan dan kalimat tersebut
diganti menjadi “ bagaimana kita mewujudkan rasa cinta kepada tanah air? Rasa
cinta kepada tanah air dapat kita wujudkan dengan bermacam-macam cara, antara
lain sebagai berikut.
|
||
114
|
Pada kalimat “jabatannya digunakan untuk mengabdi rakyat” kalimat
ini tidak efektif karena kurang pas ketika dibaca, dan kurang jelas sehingga
untuk anak SD sulit memahami dan dikhawatirkan akan terjadi salah penalaran
maksud dari “mengabdi rakyat “ oleh karena itu sebaiknya sebelum kata
“rakyat” ditambahi kata “kepada” sehingga kalimat tersebut menjadi “
jabatannya digunakan untuk mengabdi kepada rakyat”
|
||
|
|
119
|
Pada kalimat “Kamu juga masih ingat dan dapat
menyebut beberapa contoh para pahlawan bangsa. Kamu juga sudah mengetahui
siapa yang termasuk Pahlawan Nasional, Pahlawan Kemerdekaan Nasional,
Pahlawan Revolusi, Pahlawan Proklamator, dan yang terakhir adalah Pahlawan
Pengisi Kemerdekaan”. Ini menurut kami tidak efektif karena kalimat
yang digunakan tidak jelas sehingga sulit di pahami. Sebaiknya diganti dengan
kalimat “kita sudah mengetahui beberapa pahlawan bangsa antara lain Pahlawan Nasional, Pahlawan Kemerdekaan Nasional,
Pahlawan Revolusi, Pahlawan Proklamator, dan Pahlawan Pengisi Kemerdekaan
|
|
|
120
|
Pada kalimat “Bagaimana cara menghargai jasa para
pahlawan? Berikut ini beberapa bentuk cara menghargai jasa-jasa para pahlawan
bangsa.” Ini menurut kami tidak menghemat kalimat. Sebaiknya diganti dengan
kalimat “Bagaimana cara menghargai jasa para pahlawan? Berikut beberapa cara menghargai jasa para pahlawan
bangsa.”
|
3.
|
Kebakuan istilah
|
114
|
Kata “atlit” merupakan kata yang tidak baku maka
sebaiknya diganti dengan kata baku yaitu “atlet” ( kamus KBBI)
|
119
|
Kata “tenteram” merupakan kata yang tidak
baku maka sebaiknya diganti dengan kata baku yaitu “tentram”.
|
||
2.
|
Komunikatif dan menarik
|
107-123
|
Bahasa yang disampaikan untuk penjelasan materi
bab 6 sudah komunikatif. Hal ini ditunjukkan dengan adanya beberapa kalimat
dalam setiap paragrafnya yang bersifat seolah-olah penulis mengajak siswa
untuk berinteraksi di dalam kelas.
|
4.
|
Kesesuaian dengan
perkembangan peserta didik.
|
110-112
|
Penjelasan materi pada halaman tersebut
kurang sesuai dengan perkembangan peserta didik. Karena bacaan yang digunakan
itu merupakan kutipan dari Buku bahasa Indonesia murid SMP kelas VII,
sehingga terdapat beberapa kalimat yang bahasanya sulit dipahami murid Kelas
IV Sekolah Dasar. Alangkah baiknya, bacaan tersebut diganti dengan bacaan
lain yang sesuai.
|
5.
|
Ketepatan
penggunaan istilah, penulisan kata dan tanda baca
|
107
|
Pada bagan peta konsep (kita akan belajar)
point ke empat, yaitu “Mennghargai Jasa Para Pahlawan” seharusnya penulisan
yang tepat “Menghargai”.
|
107
|
Pada paragraf pertama bab pendahuluan bagian
akhir kalimat, yaitu “Apa yang bisa kita teladani dari Jendral sudirman.”
dimana tanda baca (.) seharusnya adalah tanda baca (?).
|
||
108
|
Pada paragraf kedua bab pengertian semangat
kepahlawanan ditunjukkan pada kata “ketikan” dimana seharusnya adalah
“ketika” dan “biasaya” dimana seharusnya adalah “biasanya”.
|
||
108
|
Pada kalimat “Setelah kamu nyanyikan lagu
“Mengheningkan Cipta”, diskusikan pertanyaan-pertanyaan berikut ini.”,
menurut kami tanda baca yang digunakan kurang tepat. Tanda baca yang tepat
untuk mengakhiri kalimat tersebut adalah tanda baca seru (!)
|
||
111
|
kata “be-berapa” seharusnya tidak ditambahi
tanda baca strip (-) tetapi seharunya digabung menjadi “beberapa”
|
||
114
|
kata “andaikata” seharusnya tidak digabung
tapi disah menjadi “ andai kata”
|
||
114
|
Kata “ menyalahguna-kekuasaan” menurutk kami
kata imbuhannya tidak tepat, dan kata kekuasannya dipisah, oleh karena itu,
sebaiknya diganti dengan kata “menyalahgunakan kekuasaan”
|
||
114
|
Pada paragraf 3 kalimat terakhir terdapat
kata “antiIndonesia” seharusnya kata ini dipisah menjadi “anti Indonesia
|
||
117
|
Pada paragraf 5 terdapat kata “encok” menurut
kami ini akan sulit dipahami oleh siswa maka dari itu sebaiknya diganti
dengan kata “sakit pinggang” sehingga siswa akan lebih memahami sebab kata
tersebut sudah sering ia dengar.
|
||
118
|
Pada paragraf pertama baris ke- 4 terdapat
kata “ber-usaha” sebaiknya langsung digabung menjadi “berusaha”
|
||
118
|
Pada paragraf kedua baris ke-5
terdapat kata pengulangan “agar agar” yang seharusnya hanya agar saja.
|
||
119
|
kata “ber-usaha” seharusnya tidak ditambahi
tanda baca strip (-) tetapi seharunya digabung menjadi “berusaha”.
|
||
119
|
Pada tugas kegiatan 4 terdapat kata “meluliskan” seharusnya
adalah “ketika” “menuliskan”.
|
||
121
|
Pada tugas kegiatan 5 terdapat kata “kit” seharusnya adalah
“kita”.
|
||
121
|
Pada materi meneladani sikap kepahlawanan dan
patriotisme terdapat kata “kepahlawan” dimana seharusnya adalah
“kepahlawanan”, kata “hidup” seharusnya “kehidupan”, kata “mulainya”
seharusnya “memulainya” dan kata “mencotoh” seharusnya adalah “mencontoh”.
|
||
122
|
Ada
kata yang penulisannya kurang tepat, dalam kalimat “Bentuk-bentuk perbuatah
rela berkorban yang sederhana,” kata perbuatah diganti dengan kata perbuatan.
|
C.
KELAYAKAN
PENYAJIAN
No.
|
Kriteria
|
Bagian Buku
|
Deskripsi
|
1.
|
Keruntutan
konsep
|
107-123
|
Pembahasan materi pada bab 6 dari awal hingga
akhir pembahasan sudah konsisten dan runtut. Hal ini terlihat pada setiap
pembahasannya berisi tentang semangat
kepahlawanan dan cinta tanah air, tidak ada pembahasan materi yang melenceng
dari judul bab. Dan Konsep yang dimunculkan dalam buku di dukung dengan
contoh-contoh dan uraian yang saling
terkait. Hal ini tentunya memudahkan siswa dalam memahami maksud atau makna pada materi yang diajarkandalam buku teks. Memuat materi dari mudah ke sulit, sederhana ke kompleks. |
2.
|
Pendukung
penyajian
|
107-123
|
Pada bab 6 penyajian materi sudah mendukung
dengan adanya media gambar. Namun, alangkah baiknya jika media gambar
tersebut dibuat berwarna agar siswa lebih tertarik dalam pembelajaran.
|
107-123
|
Penyajian pembelajaran pada bab 6 sudah cukup
lengkap antara materi, rangkuman, evaluasi, dan tugas-tugas serta pengayaan.
|
||
115-116
|
Pada halaman tersebut ada penjelasan tentang
macam-macam pahlawan bangsa, antara lain: pahlawan kemerdekaan nasional, pahlawan proklamator, dan pahlawan
revolusi. Namun, dalam penjelasan tersebut tidak semuanya diberikan contoh
gambar. Alangkah baiknya jika dari setiap penjelasan macam-macam pahlawan
tersebut diberikan satu atau dua contoh gambar. Selain itu, akan lebih baik
pula jika pada bagian akhir penjelasan materi ini disisipkan tugas untuk
mencari satu gambar dari macam-macam pahlawan tersebut beserta memberikan
penjelasan terkait dengan sejarah kepahlawanannya, dengan ketentuan tidak
boleh sama dengan apa yang telah dicontohkan pada materi.
|
D.
KEGRAFIKAN
No.
|
Kriteria
|
Bagian Buku
|
Deskripsi
|
1
|
Ukuran
format huruf
|
107-123
|
Menurut
kami, ukuran format huruf yang digunakan sudah tepat karena untuk format
huruf judul bab, judul sub bab ada perbedaannya dengan ukuran format huruf
isi materi sehingga dapat dibedakan dengan jelas awal bacaan setiap sub
babnya, dan hal-hal yang penting misalnya untuk menjelaskan macam-macam
pahlawan yang terdapat pada halaman 115 tersebut, macam-macam pahlawannya
ditekankan dengan dengan membedakan ukuran format huruf dengan penjelasannya
serta hurufnya ditebali, seperti ini Pahlawan
Nasional, Pahlawan Revolusi.
|
2.
|
Desain
bagian isi
|
118-119
|
Pada halaman tersebut terdapat teks bacaa
yang terlalu panjang untuk anak SD mungkin akan terlalu bosan untuk
membacanya dan pada teks gambarnya juga kurang menarik alangkah baiknya jika
disisipkan gambar yang berwarna dan menarik
|
0 komentar:
Posting Komentar